Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tekan Harga, Phapros (PEHA) Sinergikan Bahan Baku dengan Entitas Anak

Emiten farmasi, PT Phapros Tbk. bakal mensinergikan bahan baku dengan entitas anak, PT Lucas Djaja dan entitas anaknya, untuk menekan harga pokok penjualan pada 2019. Harapannya, target pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit dapat tercapai di 2019. 
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 06 Mei 2019  |  07:24 WIB
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati (kedua kiri) didampingi Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami (kiri) menyalurkan dana kemitraan tahap I/2019 secara simbolis di Semarang, Selasa (16/4/2019). - Bisnis/Herdiyan
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati (kedua kiri) didampingi Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami (kiri) menyalurkan dana kemitraan tahap I/2019 secara simbolis di Semarang, Selasa (16/4/2019). - Bisnis/Herdiyan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten farmasi, PT Phapros Tbk. bakal mensinergikan bahan baku dengan entitas anak, PT Lucas Djaja dan entitas anaknya, untuk menekan harga pokok penjualan pada 2019. Harapannya, target pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit dapat tercapai di 2019. 

Pada kuartal I/2019, emiten dengan kode saham PEHA ini mencetak kenaikan penjualan sebesar 27,01% menjadi sebesar Rp177,85 miliar. Namun, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tertekan 59,15% menjadi Rp5,09 miliar. 

Laba yang tertekan seiring dengan beban pokok penjualan yang naik 43,78% dan beban penjualan naik 18,97%. Beban keuangan juga melonjak 222,09% secara yoy. 

Sekretaris Perusahaan PT Phapros Tbk. Zahmilia Akbar mengatakan, laba bersih yang tertekan karena ada beberapa pembebanan akibat aksi korporasi berupa akuisisi yang dilakukan pada 2018. Pada tahun lalu, perseroan melakukan akuisisi 55% saham PT Lucas Djaja Group. 

"[Laba yang tertekan] bukanlah sebuah kemunduran, melainkan step back untuk meloncat lebih tinggi dari meraih pertumbuhan double digit pada 2019," katanya pada Minggu (5/5/2019). 

Lebih lanjut, perseroan akan berbenah untuk melakukan sinergi antara bahan baku yang digunakan Phapros dan Lucas Djaja serta entitas anaknya, PT Marin Liza Farmasi. Melalui sinergi ini, perseroan berharap dapat menekan harga pokok penjualan jauh lebih rendah dibandingkan dengan kuartal I/2019. 

"Bargaining kami akan lebih besar untuk procurement bahan tersebut melalui pengadaan bersama. Dan ke depannya HPP akan ditekan jauh lebih rendah," imbuhnya. 

Pada perdagangan Jumat (3/5/2019), saham PEHA mendarat pada level Rp2.200 dan ditransaksikan pada price to earning ratio sebesar 13,92 kali. Perseroan memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp1,85 triliun. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten pt phapros tbk
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top