Ringkasan Perdagangan 23 April: IHSG Bangkit, Rupiah Terbebani Dolar AS & Minyak

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dari pelemahannya meskipun investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) pada perdagangan hari ini, Selasa (23/4/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 24 April 2019  |  06:51 WIB
Ringkasan Perdagangan 23 April: IHSG Bangkit, Rupiah Terbebani Dolar AS & Minyak
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dari pelemahannya meskipun investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) pada perdagangan hari ini, Selasa (23/4/2019).

Sementara itu, nilai tukar rupiah memperpanjang pelemahannya terhadap dolar AS di tengah penguatan harga minyak mentah.

Berikut ini adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini:

Sektor Energi Sukses Antar IHSG Cetak Rebound, Ini Saham Pendorongnya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses membukukan rebound dan berakhir menguat pada perdagangan hari ini.

Sebanyak delapan dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin tambang (+1,98 persen) dan aneka industri (+1,53 persen). Satu-satunya sektor yang berakhir di zona merah adalah properti yang turun 0,13 persen.

Dari 632 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 248 saham menguat, 171 saham melemah, dan 213 saham stagnan.

Investor Asing Aksi Jual Bersih, IHSG Berhasil Rebound

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) pada perdagangan hari ini, setelah mampu membukukan net buy dua hari berturut-turut sebelumnya.

Investor asing membukukan aksi beli sekitar 997,22 juta lembar saham senilai Rp2,34 triliun. Adapun aksi jual oleh investor asing tercatat 1,14 miliar lembar saham senilai sekitar Rp2,48 triliun.

Sinyal Ekonomi AS Membaik, Rupiah Ditutup Tertekan

Rupiah ditutup melemah akibat tertekan penguatan indeks dolar AS seiring dengan memulihnya prediksi ekonomi Negeri Paman Sam.

Kenaikan harga minyak akibat rencana pencabutan keringanan sanksi Iran oleh AS pun memiliki andil dalam depresiasi mata uang garuda. Pasalnya, Indonesia adalah negara net importir minyak yang mau tidak mau harus mengimpor demi memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

Harga Emas Comex Turun

Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2019 turun 3,30 poin atau 0,26 persen ke level US$1.274,30 per troy ounce. Sepanjang perdagangan hari ini, harga emas Comex bergerak di kisaran US$1.273,10-US$1.278,50 per troy ounce.

Adapun harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta masih stagnan di Rp656.000 per gram atau tak berubah dari posisi perdagangan pada Senin (22/4).

Di sisi lain, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam berada di posisi Rp575.000 per gram atau naik Rp1.000 dari posisi perdagangan sebelumnya.

Harga Karet Selip, Reli Minyak Batasi Koreksi

Harga karet di bursa Tokyo tergelincir dari penguatannya dan berakhir melemah pada perdagangan hari ini.

Meski tergelincir dari penguatannya, pelemahan yang dialami harga karet di Tocom hari ini relatif kecil seiring dengan menguatnya harga minyak mentah yang meningkatkan daya tarik varietas alami karet.

Harga minyak menguat setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan akan menghentikan keringanan terhadap sanksi Iran. Pengetatan sanksi tersebut membuat China, India, dan negara-negara utama lainnya tidak dapat lagi membeli minyak mentah dari Iran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top