Antam (ANTM) Jajaki Ekspansi di Afrika dan Laos

PT Aneka Tambang Tbk. memiliki rencana penambahan portofolio bisnis di dua negara, yakni Afrika dan Laos untuk memperkokoh kinerja keuangan.
Anitana Widya Puspa | 24 April 2019 18:03 WIB
Direktur Utama PT Antam Tbk Arie Prabowo Ariotedjo (tengah) didampingi jajaran direksi memaparkan laporan kinerja saat konferensi pers RUPST tahun buku 2018 PT Antam Tbk di Jakarta, Rabu (24/4/2019). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA—PT Aneka Tambang Tbk. memiliki rencana penambahan portofolio bisnis di dua negara, yakni Afrika dan Laos untuk memperkokoh kinerja keuangan.

Direktur Pengembangan Usaha ANTM, Sutrisno mengatakan tengah menjajaki potensi Afrika yang menjanjikan sebagai tambang emas baru. Selain itu, di Laos, diversifikasi bisnis akan dilakukan di luar tambang emas. Dia menyebut bahwa pihaknya telah diajak oleh perusahaan BUMN Laos dan domestik untuk secara bersama-sama mengembangkan mineral fosfat.

Namun, karena kedua rencana itu masih dalam penjajakan, maka rencana pendanaan belum dimasukkan dalam belanja modal tahun ini senilai Rp3,3 triliun. “Jajakin dulu aja, ini ada data di area ini berminat nggak. Kami juga sudah mengutus tim ke sana untuk melihat secara riil, seberapa potensial,”katanya Rabu (24/4/2019).

Selain rencana anorganik di luar negri, ada pula rencana ekspansi domestik dengan wilayah-wilayah Papua, Sulawesi, Nusa Tenggara sebagai bidikan utama.

Di sisi lain, perseroan mengalokasikan dividen sebesar 35% atau sekitar Rp306.05 miliar dari perolehan laba bersih sepanjang 2018. Dividen tersebut setara Rp12,74 per lembar saham.

Direktur Utama ANTM Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan bahwa para pemegang saham juga menyetujui laba ditahan sejumlah Rp 568,38 miliar atau sebesar 65% dari laba bersih 2018.

ANTM mencatatkan penjualan bersih Rp25,24 triliun sepanjang 2018 dengan kontribusi dari penjualan emas sebesar 66% setara Rp16,6 triliun. Laba bersih ANTM mencapai Rp874.43 miliar atau meningkat 541% dibandingkan 2017 senilai Rp136,50 miliar. Total pendapatan bersih itu naik 99,48% dari Rp 12,65 triliun pada 2017. "Pertumbuhan EBITDA mencapai 49% menjadi Rp3,33 triliun dibandingkan 2017 Rp2.23 triliun," jelasnya Rabu ( 24/4/2019).

Tahun ini, ANTM menargetkan  kenaikan produksi dan penjuakan semua komoditas. Feronikel volume produksi ditargetkan tumbuh 21% menjadi  30.280 TNi, sedangkan emas dipatok 15% menjadi 32.036 kg. 

 

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
antam, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup