Usai Rilis Laporan Keuangan, Saham Garuda Indonesia (GIAA) Terus Menghijau

Harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menguat hingga 4,76% pada perdagangan Kamis (18/4/2019) pukul 09.14 WIB.
Riendy Astria | 18 April 2019 09:39 WIB
Teknisi bersiap memeriksa pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia, di Garuda Maintenance Facility AeroAsia, bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/3/2019). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — Harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menguat hingga 4,76% pada perdagangan Kamis (18/4/2019) pukul 09.14 WIB.

Berdasarkan data Bloomberg, saham GIAA melaju 25 poin atau 4,76% ke level Rp550 per saham. Kenaikan harga saham GIAA terjadi usai perseroan merilis laporan keuangan kuartal I/2019.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan hari ini, GIAA mengantongi pendapatan selama kuartal I/2019 senilai US$1,09 miliar, meningkat 11,86% dibandingkan dengan tahun sebelumnya US$983,01 juta.

Sementara itu, GIAA berhasil menekan beban operasional penerbangan pada kuartal I/2019 menjadi US$618,99 juta atau lebih rendah 3,53% dibandingkan
tahun sebelumnya US$641,64 juta.

Adapun, secara keseluruhan, beban usaha perseroan tercatat US$1,04 miliar, turun 0,95% dibandingkan beban usaha kuartal I/2018 senilai US$1,05 miliar. Pada kuartal I/2019, perseroan juga mengalami rugi selisih kurs senilai US$7,39 juta.

Kemudian, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$20,48 juta pada kuartal I/2019 dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan rugi US$65,34 juta.

Berdasarkan catatan Bloomberg, saham GIAA juga melesat hingga 13,64% pada perdagangan sebelumnya. Harga saham perseroan terbang dari Rp462 ke Rp525 per saham pada Selasa (16/4/2019).

Saham GIAA mulai terbang ke zona hijau sejak pembukaan perdagangan, Senin (15/4/2019).

Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto sempat menyinggung kinerja keuangan Garuda Indonesia dalam debat Capres-Cawapres ke-5 di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/4/2019). Pada kesempatan itu, Prabowo menyebut maskapai pelat merah tersebut sulit mencetak untung jika tetap dikelola dengan cara saat ini.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup