Pilarmas Sekuritas : Jangka Pendek, Tren Pelemahan Masih Bayangi Pasar Obligasi

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pasar obligasi masih malu-malu untuk mengakui adanya penurunan harga. Meskipun demikian, tren penurunan harga obligasi dalam jangka waktu pendek tidak bisa dipungkiri.
Emanuel B. Caesario | 15 April 2019 09:40 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pasar obligasi masih malu-malu untuk mengakui adanya penurunan harga. Meskipun
demikian, tren penurunan harga obligasi dalam jangka waktu pendek tidak bisa dipungkiri.

Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, mengatakan bahwa sikap malu-malu inilah yang membuat pasar obligasi menjadi tertahan pelemahannya. Namun, ini merupakan sesuatu yang baik karena para pelaku pasar dan investor dapat bersiap membeli di harga rendah karena ada potensi kenaikan di sana akibat efek pemilu. 

Nico mengatakan, pagi ini pasar obligasi diperkirakan akan dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas. Keterbatasan ini datang dari mulai turunnya transaksi pasar obligasi akibat wait and see para pelaku pasar dan investor terkait dengan pemilu. 

Beberapa berita global masih mewarnai pergerakan pasar obligasi pekan ini.  Sentimen pertama diawali dari berita Bank Sentral China yang akan mempertahankan sikap kebijakan moneternya dan menjaga yuan agar sejalan dengan fundamentalnya karena akan digunakan sebagai alat fiskal untuk memacu pertumbuhan.

Perekonomian China secara umum dapat dikatakan stabil. PBOC akan membuka sektor keuangan dan akan meningkatkan persaingan antar perusahaan lokal dan joint venture untuk memperkuat industri keuangan.

PBOC juga akan mengejar kebijakan fiskal proaktif dengan intensitas yang lebih besar dan meningkatkan kinerjanya dengan fokus kepada pemotongan pajak dan biaya dalam skala yang lebih besar.

"Kami masih melihat adanya potensi GDP China yang mulai kembali melambat, sehingga berpotensi akan menjadi yang terlemah sejak 1990," kata Nico dalam riset harian, Senin (15/4/2019).

Beralih dari sana, tampaknya akan ada konfrensi tingkat tinggi yang ketiga kalinya antara Amerika dengan Korea Utara. Diawali dari Pemimpin Korea Utara yang mengatakan bahwa Kim bersedia untuk bertemu selama Amerika menawarkan persyaratan yang dapat diterima di akhir tahun. Hal ini pun disambut positif oleh Trump yang mengatakan bahwa pertemuan ketiga akan menjadi sesuatu yang bagus karena dirinya dan Kim lebih memahami di mana posisi masing-masing.

Trump juga mengatakan bahwa Ia.akan menanti hari di mana senjata nuklir dan sanksi Korea Utara dapat dihapus sehingga ia dapat menyaksikan Korea Utara menjadi salah satu negara paling sukses di dunia.

Tampaknya pernyataan Kim menginginkan negosiasi yang gagal kemarin dapat dilakukan kembali. Tentu hal ini dapat disambut positif oleh dunia karena ada proses perdamaian yang kembali terus berjalan.

Di samping itu, sentimen kembali datang dari pertemuan antara Amerika dan China di sela sela Spring Meeting IMF kemarin. Ada komitmen yang dibuat oleh Amerika dan China terkait dengan komitmen apabila dari kedua negara tersebut tidak menjalankan kesepakatan. Steven mengatakan bahwa Ia berharap bahwa mekanisme penegakan bekerja dua arah dan saling menghormati komitmen tersebut.

Di bawah pakta yang sedang dibahas, kedua negara tersebut akan membentuk kantor penegakan hukum sebagai bentuk komitmen dan kepatuhan kedua negara tersebut."Kami masih merekomendasikan jual hari ini," katanya dalam riset harian, Senin (15/4/2019).

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara, pasar obligasi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup