Reksa Dana Saham dan Pendapatan Tetap Masih Jadi Favorit Manajer Investasi

Produk reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana saham dipercaya sama-sama dapat memberikan return yang kinclong hingga akhir tahun ini.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 15 April 2019  |  08:52 WIB
Reksa Dana Saham dan Pendapatan Tetap Masih Jadi Favorit Manajer Investasi
Karyawati bearktivitas di samping papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (27/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Produk reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana saham dipercaya sama-sama dapat memberikan return yang kinclong hingga akhir tahun ini.

Investor pun tinggal menyesuaikan profil risikonya masing-masing untuk memilih produk reksa dana dengan aset dasar obligasi maupun saham.

Berdasarkan data Infovesta Utama per 5 April 2019, tercatat imbal hasil reksa dana pendapatan tetap  yang tercermin dalam Infovesta Fixed Income Fund Index sebesar 3,25% atau lebih baik dari indeks acuannya yang sebesar 2,53%.

Sementara itu, kinerja reksa dana saham yang tercermin dalam Infovesta Equity Fund Index tercatat 1,21% atau di bawah kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sebesar 4,51%.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto menjelaskan, kinerja reksa dana pendapatan tetap selama kuartal I/2019 telah mendapat topangan dari positifnya pasar obligasi. Bahkan, obligasi juga menjadi pendorong kinerja reksa dana campuran yang mencatatkan returntertinggi selama kuartal pertama tahun ini sebesar 3,33%. “Dari awal tahun, obligasi sudah mengalami kenaikan sementara saham masih fluktuatif,” katanya kepada Bisnis.com, pekan lalu.

Rudiyanto menjelaskan, kinerja indeks yang positif dan cenderung masih menguat belum memperlihatkan dampak signifikan terhadap kinerja reksa dana saham karena investor cenderung mengambil posisi wait and see menjelang Pemilu.

“Walaupun IHSG naik,  rata-rata [kinerja] reksa dana saham itu turun. Jadi, ini menunjukkan pilihan-pilihan, [reksa dana saham] ini sampai dengan bulan Maret masih agak kalah sama IHSG,” imbuhnya.

Ke depan, Rudiyanto mengungkapkan prospek pasar obligasi sangat bagus dan kinerja reksa dana pendapatan tetap diperkirakan bisa naik 8%—9%. Untuk produk dengan aset dasar saham, Panin Asset Sekuritas memperkirakan harga wajar IHSG dapat bergerak pada kisaran 7.200—7.400.

Dengan demikian, Rudiyanto tetap merekomendasikan produk reksa dana saham dan reksa dana pendapatan tetap ke depannya, “kalau di saham mungkin lebih volatil saja.”

Sementara itu, untuk investor yang profil risikonya cenderung moderat, pada tahun ini direkomendasikan bisa masuk ke reksa dana campuran, yang memang kinerjanya juga ditopang oleh aset obligasi.

Senada, Renny Raharja, Executive Vice President Intermediary Business Schroders Indonesia menilai bahwa sejumlah momentum pada tahun ini akan menopang kinerja produk reksa dana saham dan reksa dana pendapatan tetap.

Dari sisi pasar obligasi, Renny memperkirakan sentimennya bakal positif ditopang oleh penguatan rupiah, keterjagaan inflasi, dan bahkan ada potensi penurunan suku bunga dari Bank Indonesia. Apabila sesuai dengan skenario tersebut, Renny memperkirakan yield obligasi pemerintah bahkan bisa turun mendekati ke level 7% pada akhir tahun ini.

Dari sisi pasar saham, stabilitas ekonomi yang berkesinambungan dan pertumbuhan perusahaan yang kondusif diharapkan menjadi angin segar bagi pergerakan indeks.

“Apalagi kalau sentimen politiknya ternyata nanti siapapun yang menang bisa memberikan sedikit keyakinan, dan semoga fokus ke fundamental, sentimen teknikal ini bisa dibilang sedikit demi sedikit sudah menurun,” tuturnya.

Sementara itu, untuk investor yang tengah mengambil posisi wait and see, Renny merekomendasikan untuk bisa masuk ke reksa dana campuran sebagai pilihan alternatif.

Menurutnya, hal itu bisa dipertimbangkan oleh investor yang ingin risiko yang lebih rendah, ketimbang langsung masuk ke produk reksa dana beraset dasar saham dan obligasi. Pasalnya, walaupun nantinya pasar saham tidak kondusif, return yang ditawarkan reksa dana campuran tetap positif karena aset dasarnya ada yang berasal dari obligasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham, Obligasi, reksa dana

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top