KINERJA 2018 : Harga CPO Lemah, Laba London Sumatra (LSIP) Turun 54 Persen

Emiten perkebunan, PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) membukukan raihan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp311,36 miliar atau anjlok 54% year on year.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  09:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten perkebunan, PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) membukukan raihan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp311,36 miliar atau anjlok 54% year on year.

Dari sisi operasional, London Sumatra (Lonsum) mencatat kenaikan produksi yang kuat. Pada 2018, produksi tandan buah segar (TBS) inti meningkat 18,5% year on year menjadi 1,51 juta ton. Peningkatan produksi TBS terutama berasal dari Kalimantan Timur dan Sumatra Selatan seiring dengan implementasi manajemen panen yang lebih baik serta peningkatan kondisi dan jalan kebun secara umum.

Produksi CPO pada 2018 meningkat 16,4% year on year menjadi 453.168 ton. Pada kuartal IV/2018, produksi TBS inti meningkat 29,6% year on year dan total produksi CPO meningkat 28,8% yoy.

Namun, penurunan harga jual rata-rata dari produk sawit (CPO &PK) dan karet berdampak pada total penjualan dan  laba  perseroan. Penjualan  Lonsum  pada 2018 mencapai  Rp4,02 triliun atau turun 15,2% yoy. 

Selain itu, kontribusi produk sawit terhadap total penjualan mencapai 91% diikuti oleh karet sekitar 5% dan benih bibit sawit sekitar 2%. 

Benny  Tjoeng,  Presiden  Direktur  Lonsum  mengatakan, Lonsum mencatat pertumbuhan  produksi yang kuat, baik  produksi TBS inti dan total CPO. Namun, Lonsum menghadapi penurunan harga komoditas terutama harga produk sawit dan karet yang berdampak pada kinerja Perseroan.

"Harga CPO pada semester II/2018 berada pada posisi terendah dalam kurun beberapa tahun  terakhir dan pada  2018 harga CPO turun 16% yoy," ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis (28/2/2019).

Dia menambahkan, industri  perkebunan diperkirakan  tetap kompetitif dan menantang. Benny menuturkan, Lonsum akan terus memperkuat posisi keuangan, fokus pada praktik-praktik agrikultur yang baik serta meraih potensi pertumbuhan sehingga mampu mengatasi tantangan-tantangan di masa depan.

Lonsum mempertahankan posisi keuangan yang sehat dengan total aset mencapai Rp10 triliun dengan posisi kas sebesar Rp1,66 triliun pada 31 Desember 2018 serta tanpa pinjaman perbankan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, london sumatra indonesia

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top