Perusahaan Sekuritas Pasang Target Optimistis untuk Transaksi Broker

Sejumlah perusahaan sekuritas optimistis mampu meningkatkan pertumbuhan transaksi harian (brokerage) di pasar modal pada tahun ini.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  11:03 WIB
Perusahaan Sekuritas Pasang Target Optimistis untuk Transaksi Broker
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Jumat (9/11/2018). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah perusahaan sekuritas optimistis mampu meningkatkan pertumbuhan transaksi harian (brokerage) di pasar modal pada tahun ini.

Percepatan siklus penyelesaian bursa (T+2) dan berkurangnya laju kenaikan suku bunga dari Bank Sentral AS (Federal Reserve) pun diharapkan menjadi penopang bisnis broker tersebut.

Adapun, PT Kresna Sekuritas menargetkan pertumbuhan bisnis brokernya dapat mencapai 20% pada tahun ini.

Direktur Utama Kresna Sekuritas Octavianus Budiyanto menyampaikan, pada tahun lalu, perseroan telah memiliki pangsa pasar di level 1,1% secara full year. Sementara itu, pertumbuhan nilai perdagangan (trading value) pada tahun lalu juga tumbuh 1,86% dengan total Rp76 triliun.

Mengingat hari efektif bursa pada 2018 sebanyak 240 hari, rata-rata transaksi harian Kresna Sekuritas pun tercatat Rp316 miliar.

“Kami biasanya meninjau [kinerja] dari target secara kuartalan. Biasanya dilihat dari market share, tahun lalu kami [tumbuh] 1,1%. [Tahun ini] saya menargetkan growth 20%,” katanya kepada Bisnis, pekan lalu.

Octavianus menjelaskan, target yang optimistis tersebut diharapkan mendapat dorongan dari percepatan siklus penyelesaian bursa T+2. Hal itu akan menjadi pemicu untuk meningkatkan nilai transaksi broker karena pasar menjadi lebih likuid.

Tak jauh berbeda, Panin Sekuritas juga menargetkan rata-rata transaksi harian (trading) broker dapat tumbuh sekitar 20% pada 2019, dibandingkan pada tahun sebelumnya.

Direktur Panin Sekuritas Prama Nugraha mengungkapkan, nilai trading broker di Panin Sekuritas pada bulan Januari mencapai Rp6,54 triliun atau Rp226 miliar per hari.

Sebagai perbandingan, nilai trading broker Panin Sekuritas di sepanjang tahun lalu mencapai Rp62,41 triliun atau RP260 miliar per hari.

“Rata-rata harian transaksi tahun ini ditargetkan naik sekitar 20% dari tahun lalu,” ujarnya kepada Bisnis.

Adapun nilai transaksi harian broker pada Januari yang lebih rendah daripada perolehan tahun lalu tersebut disebabkan oleh investor masih wait and see menjelang Pemilihan Umum (Pemilu).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sekuritas, transaksi saham

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup