Ingin Perdalam Pasar Modal, Ini Usulan Para Pengamat

Sejumlah pengamat pasar modal mengusulkan untuk mengajak, bahkan mewajibkan, kalangan PNS serta dosen/ guru di fakultas ekonomi atau keuangan untuk menjadi investor di pasar modal guna memperdalam pasar.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  07:24 WIB
Ingin Perdalam Pasar Modal, Ini Usulan Para Pengamat
Pengunjung mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (13/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah pengamat pasar modal mengusulkan untuk mengajak, bahkan mewajibkan, kalangan PNS serta dosen/ guru di fakultas ekonomi atau keuangan untuk menjadi investor di pasar modal guna memperdalam pasar.

Aria Santoso, Pengamat Pasar Modal, mengatakan bahwa salah satu terobosan yang bisa dilakukan otoritas pasar modal yakni mewajibkan semua PNS untuk memiliki rekening investasi, terutama PNS dari kalangan BUMN.

“Minimal mereka memiliki perusahaan BUMN di tempat mereka bekerja atau BUMN lain yang listing di bursa efek. Dan dianjurkan untuk disiplin investasi, tidak dijual sampai mereka pensiun,” katanya kepada Bisnis.com, Rabu (20/2/2019).

Aria mengatakan, langkah ini berpotensi meningkatkan jumlah investor hingga jutaan individu, mengingat tingginya jumlah PNS saat ini. Berdasarkan data BPS, jumlah PNS hingga akhir 2016 lalu sudah mencapai 4,4 juta orang.

Aria mengatakan, kewajiban investasi pada PNS akan turut memperluas kebiasaan investasi pada masyarakat umum. Minimal, anggota keluarga PNS berpotensi turut terlibat menjadi investor.

Budi Frensidy, Pengamat Pasar Modal, mengatakan bahwa terobosan yang juga memungkinkan adalah mengajak pada guru atau dosen di fakultas ekonomi atau keuangan/akuntansi untuk menjadi investor.

Dirinya menyayangkan bahwa hingga kini masih banyak dosen di fakultas yang berkaitan dengan keuangan dan investasi justru belum menjadi investor aktif. Kebanyakan mereka hanya memahami teori investasi dan pasar modal, tetapi tidak mempraktikkannya.

Menurutnya, kalangan pengajar ilmu keuangan dan investasi ini merupakan target investor baru yang potensial, sebab mereka mengerti dengan baik ilmunya. Secara teoritis, mestinya mereka dapat menjadi investor yang cerdas di pasar modal.

Dirinya menilai, penyebab banyaknya pengajar keuangan/investasi yang tidak terjun langsung menjadi investor semata-mata karena tidak akrab dengan dunia investasi sebab belum cukuk berani untuk mempraktikkan langsung ilmunya dan mengambil risiko.

Bila kalangan pengajar ini mampu dijaring menjadi investor pasar modal, efeknya akan cukup signifikan, sebab mereka dapat berperan sebagai motivator bagi generasi muda yang menjadi muridnya.

“Mereka tidak bisa memotivasi murid atau mahasiswanya karena mereka sendiri tidak melakukannya,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa efek indonesia, pasar modal

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top