5 Berita Populer Market, Intip Rencana Ekspansi ELSA Tahun 2019 dan Ini Bocoran Laba Bersih KLBF

Kabar Elnusa (ELSA) meracik sejumlah strategi ekspansi dari hulu hingga downstream untuk pengembangan bisnis perseroan menjadi berita terpopuler kanal Market siang ini, Senin (18/2/2019)
Oliv Grenisia | 18 Februari 2019 12:12 WIB
PT Elnusa Tbk (ELSA) / Ilustrasi

1. Intip Rencana Ekspansi Elnusa (ELSA) Tahun Ini

PT Elnusa Tbk. (ELSA) meracik sejumlah strategi ekspansi dari hulu hingga downstream untuk pengembangan bisnis ELSA.

Head of Corporate Communications Elnusa, Wahyu Irfan mengungkapkan terdapat beberapa rencana ekpansi yang disiapkan. Baca selengkapnya di sini

2. Dirut Kalbe Farma Kasih Bocoran Laba Bersih KLBF Tahun 2018

Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) memperkirakan penjualan dan laba bersih sepanjang 2018 masing-masing tumbuh 4,48% dan 1% secara year on year.

Presiden Direktur Kalbe Farma, Vidjongtius mengatakan pendapatan penjualan KLBF mencapai Rp21,08 triliun sepanjang 2018. Baca selengkapnya di sini

3. MNCN Incar Tambahan Pendapatan 5% dari Bisnis Baru

PT Media Nusantara Citra Tbk. menargetkan kontribusi pendapatan dari lini bisnis aplikasi digital layanan advertising video on demand atau AVOD yang akan diluncurkan Maret 2019 mendatang akan dapat mencapai 5% dalam jangka panjang.

David Fernando Audy, Direktur Utama Media Nusantara Citra (MNC) mengatakan layanan AVOD ini merupakan trobosan baru yang disiapkan oleh MNC. Baca selengkapnya di sini

4. Wijaya Karya Bangunan Gedung (WEGE) Akan Bangun Pabrik Baru

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. telah menyiapkan sejumlah rencana ekspansi pada tahun ini untuk pengembangan bisnis WEGE, termasuk menyiapkan pembangunan pabrik baru.

Direktur Human Capital, Investasi dan Pengembangan WEGE, Nur Al Fata mengungkapkan ekspansi organik selain inti bisnis konstruksi diarahkan kepada offsite construction. Baca selengkapnya di sini

5. BEI Sudah Terima Permohonan Pencatatan Saham Bali United

Bursa Efek Indonesia telah menerima surat permohonan pencatatan saham dari Bali United pekan lalu.

Inarno Djayadi, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, mengatakan bahwa pihaknya sejauh ini baru menerima satu tim sepak bola yang mengajukan permohonan pencatatan saham. Baca selengkapnya di sini

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
berita populer

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top