Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akuisisi Phapros, Kimia Farma (KAEF) Yakin Pendapatan Tumbuh Lebih Tinggi

Kimia Farma (KAEF) memproyeksikan pendapatan dapat tumbuh di atas 25% seiring dengan penambahan pangsa pasar dan portofolio produk dari proses akuisisi Phapros.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 15 Februari 2019  |  19:38 WIB
Vice President Divisi Internasional BNI Roosmayani Sugihartati (dari kiri), Head of Investment Banking Indo Premier Securities Rayendra Tobing, Dirut Kimia Farma Honesti Basyir, Direktur IGN Suharta Wijaya, Direktur Mandiri Sekuritas Laksono Widodo, dan Direktur BNI Sekuritas Reza Benito Zahar, seusai menandatangani perjanjian penerbitan dan penunjukkan MTN Tahap II, di Jakarta, Senin (12/3/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Vice President Divisi Internasional BNI Roosmayani Sugihartati (dari kiri), Head of Investment Banking Indo Premier Securities Rayendra Tobing, Dirut Kimia Farma Honesti Basyir, Direktur IGN Suharta Wijaya, Direktur Mandiri Sekuritas Laksono Widodo, dan Direktur BNI Sekuritas Reza Benito Zahar, seusai menandatangani perjanjian penerbitan dan penunjukkan MTN Tahap II, di Jakarta, Senin (12/3/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Kimia Farma (KAEF) memproyeksikan pendapatan dapat tumbuh di atas 25% seiring dengan penambahan pangsa pasar dan portofolio produk dari proses akuisisi Phapros. 

Direktur Keuangan Kimia Farma, IG Ngurah Suharta Wijaya mengatakan dengan akuisisi Phapros, pendapatan diperkirakan dapat tumbuh di atas 25% pada 2019. Adapun, tanpa akuisisi ini, KAEF memproyeksikan pertumbuhan pendapatan di atas 20%. 

"Tahun 2019 tanpa Phapros proyeksi tumbuh di atas 20%. Tahun 2019 belum tahu yang terkonsolidasi berapa, tergantung kapan transaksi settled. Saya kira bisa di atas 25%," katanya pada Jumat (15/2/2019). 

Sementara itu, PT Rajawali Nusantara Indonesia berpotensi memperoleh pendapatan lebih dari Rp1 triliun, yang berasal dari penjualan atas 56,77% saham yang dimilikinya di Phapros. 

Direktur Utama Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Didiek Prasetyo mengatakan RNI berpotensi memperoleh pendapatan dari penjualan seluruh saham yang dimiliki dI Phapros yang akan diambil Kimia Farma sebesar lebih dari Rp1 triliun.

Perkiraan pendapatan ini dengan memperhitungkan kepemilikan sebanyak 476.901.860 saham atau 56,77% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Phapros.  "Saya belum bisa sebutkan secara jelas, tetapi di atas Rp1 triliun," imbuhnya. 

Dia menjelaskan, aksi korporasi ini seiring dengan keinginan pemerintah untuk membuat holding khusus di bidang farmasi. "Aksi korporasi yang dilakukan KAEF dan RNI tujuannya bagaimana kami bisa menciptakan BUMN farmasi yang kuat, besar, dan mendukung program pemerintah," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kimia farma pt phapros tbk
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top