Meningkat Tak Wajar, Saham FREN Kena UMA

Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan status Unusual Market Activity (UMA) atas saham PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN), menyusul terjadinya peningkatan harga dan aktivitas saham yang tidak wajar pada emiten telekomunikasi itu.
Emanuel B. Caesario | 11 Februari 2019 12:38 WIB
Model memperlihatkan kartu perdana saat peluncuran produk terbaru Smartfren Super 4G Unlimited dan Super 4G Kuota di Jakarta, Selasa (18/9/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan status Unusual Market Activity (UMA)  atas saham PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN), menyusul terjadinya peningkatan harga dan aktivitas saham yang tidak wajar pada emiten telekomunikasi itu.

Sepanjang tahun ini, harga saham FREN sudah melonjak 189,74%. Pada sesi pertama perdagangan Senin (11/2/2019), harga saham FREN meningkat sebesar 6,6% ke level Rp226.

Sepanjang sesi pertama hari ini, saham FREN sudah ditransaksikan sebanyak 7.920 kali dengan nilai Rp72,6 miliar. Padahal, saham FREN masih memiliki Price-to-Earning Ratio (PER) yang negatif, yakni -11,3 kali, yang mencerminkan bahwa perseroan masih merugi.

“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham FREN tersebut, perlu kami sampaikan bahwa bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” papar tim manajemen BEI dalam keterangan resmi di laman resminya.

Untuk itu, bursa meminta investor untuk memperhatikan jawaban FREN atas permintaan konfirmasi bursa dan mencermati kinerja serta keterbukaan informasinya. Investor juga diharapkan mengkaji kembali rencana aksi korporasi FREN apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

BEI menyarankan investor untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi, termasuk di saham FREN.

Sementara itu, hingga berakhirnya perdagangan sesi pertama, FREN belum menyampaikan tanggapan atas permintaan konfirmasi dari BEI.

Tag : smartfren, unusual market activity
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top