Data PDB Positif, IHSG Ditutup Rebound Bersama Rupiah

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 1,02% atau 66,43 poin di level 6.547,88, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,34% atau 22,13 poin di level 6.503,58
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 06 Februari 2019  |  17:10 WIB
Data PDB Positif, IHSG Ditutup Rebound Bersama Rupiah
Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 5,17% selama 2018. Data: BPS

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound lebih dari 1% pada akhir perdagangan setelah libur Tahun Baru Imlek, Rabu  (6/2/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 1,02% atau 66,43 poin di level 6.547,88, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,34% atau 22,13 poin di level 6.503,58

IHSG mampu rebound setelah pada perdagangan sebelum libur, Senin (4/2), ditutup melemah 0,87% atau 57,19 poin ke level 6.481,45. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.503,58 – 6.552,22.

Seluruh sembilan sektor dalam IHSG berakhir di zona hijau, didorong oleh sektor infrastruktur yang menguat 2,89%, disusul oleh sektor properti dengan penguatan 1,84%.

Dari 627 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 260 saham menguat, 175 saham melemah, dan 192 saham lainnya stagnan.

Saham PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing menguat 33,33% dan 2,12% menjadi penopang utama atas penguatan IHSG hari ini.

IHSG menguat setelah Badan Pusat Statistik ( BPS) melaporkan PDB atau pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2018 mencapai 5,17% atau meningkat dibandingkan dengan 5,07% pada tahun sebelumnya.   

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan angka ini menunjukkan tren yang sangat bagus dan terbaik sejak 2014 di tengah kondisi global saat ini. Selain itu, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,18% pada kuartal IV/2018, lebih tinggi dibandingkan kuartal III/2018 yang sebesar 5,17%.

“Ke depan, kita berharap banyak kebijakan sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih bagus,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BPS hari ini.

Ekonom PT Bank Danamon, Dian Ayu Yustina mengatakan data ekonomi yang baik menandakan bahwa permintaan domestik masih bagus.

“Kami memperkirakan tren akan berlanjut tahun ini, terutama pada konsumsi swasta dan pemerintah. Pertumbuhan yang lebih baik dari perkiraan dapat memberikan bantuan bagi bank sentral dan lebih fokus pada defisit transaksi berjalan dan rupiah," uangkap Dian, seperti dikutip Bloomberg.

Dian menambahkan, BI tetap akan mempertahankan sikap hawkish-nya karena belum keluar dari masalah dengan perkiraan defisit transaksi berjalan yang besar pada kuartal keempat.

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah ditutup menguat 42 poin atau 0,3% ke level Rp13.920 per dolar AS.

Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai berlanjut ketika dibuka terapresiasi 28 poin atau 0,20% di level Rp13.945 per dolar AS pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di level Rp13.945 – Rp13.985 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah mulai rebound terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ketika dibuka terapresiasi 17 poin atau 0,12% di posisi Rp13.945 per dolar AS dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (4/2/), nilai tukar rupiah ditutup terdepresiasi 14 poin atau 0,1% di posisi Rp13.962 per dolar AS.

Sementara itu, indeks Bisnis-27 ditutup rebound dengan penguatan 0,91% atau 5,23 poin ke level 578,47, setelah dibuka menguat 0,54% atau 3,09 poin k elevel 576,33.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

FREN

+33,33%

TLKM

+2,12%

UNVR

+1,99%

BMRI

+1,70%

MAYA

+11,11%

Saham-saham penekan IHSG:                   

Kode

(%)

BYAN

-4,10%

PNBN

-2,79%

ACES

-2,22%

CITA

-11,76%

ICBP

-0,47%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top