Ekonomi China Suram, Pasar Saham Jepang pun Ditutup Memerah

Indeks Topix Jepang tergelincir dari penguatannya dan ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini, Jumat (1/2/2019), menyusul rilis laporan manufaktur China yang membayangi optimisme atas kemajuan dalam perundingan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS).
Renat Sofie Andriani | 01 Februari 2019 16:25 WIB
Seseorang sedanag melihat papan eletronik yang memperlihatkan indikasi saham di pasar modal Tokyo, Jepang. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Topix Jepang tergelincir dari penguatannya dan ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini, Jumat (1/2/2019), menyusul rilis laporan manufaktur China yang membayangi optimisme atas kemajuan dalam perundingan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS).

Indeks Topix ditutup melemah 0,18% atau 2,86 poin di level 1.564,63 dari level penutupan perdagangan Rabu (31/1/2019) di level 1.567,49 dengan penguatan 1,08% atau 16,73 poin.

Berdasarkan data Bloomberg, dari 2125 saham pada indeks Topix, 792 saham di antaranya menguat, 1.267 saham melemah, dan 66 saham stagnan.

Dilansir dari Reuters, aktivitas manufaktur China mengalami penyusutan tertajam dalam hampir tiga tahun pada Januari saat pesanan baru mengalami kemerosotan lebih lanjut dan produksi membukukan penurunan, berdasarkan survei PMI Caixin/Markit yang dirilis hari ini.

PMI Manufaktur China versi Caixin/Markit turun ke level terendahnya sejak Februari 2016. Sehari sebelumnya, laporan resmi PMI China menunjukkan aktivitas sektor manufaktur naik tipis menjadi 49,5 pada Januari dari 49,4 pada Desember 2018 atau tetap di bawah level 50 yang menunjukkan kontraksi.

Angka-angka versi swasta tersebut lebih lemah dari survei PMI resmi yang dirilis pada Kamis (31/1/2019), tetapi keduanya tetap menunjukkan berlanjutnya perlambatan ekonomi pada tahun baru.

“Tetap ada kekhawatiran tentang perlambatan pada ekonomi China. Ada beberapa investor yang ingin mengambil untung setelah pasar rebound dari penurunan pada Desember. Ada yang menahan pembelian sebelum rilis data pekerjaan AS dan akhir pekan,” ujar Ryuta Otsuka, pakar strategi dengan Toyo Securities, dikutip Bloomberg.

Di sisi lain, indeks Nikkei 225 masih mampu pergerakan positifnya dan berakhir naik 0,07% atau 14,90 poin di level 20.788,39, setelah ditutup menguat 1,06% atau 216,95 poin di posisi 20.773,49 pada perdagangan Kamis (31/1/2019).

Dari 225 saham yang diperdagangkan pada indeks Nikkei, 72 saham menguat, 152 saham melemah, dan 11 saham stagnan. Saham Fast Retailing Co. Ltd. (+1,97%) dan Astellas Pharma Inc. (+5,16%) menjadi penopang utamanya.

Penguatannya didukung nilai tukar yen yang melemah 0,06 poin atau 0,06% ke level 108,93 yen per dolar AS pukul 15.13 WIB, setelah berakhir menguat 0,16% atau 0,17 poin di posisi 108,87 pada Kamis (31/1/2019).

 

Tag : ekonomi china, bursa jepang
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top