Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Minyak Makin Panas, Harga Karet Mengkeret Tertekan Yen

Harga karet kembali tertekan dan berakhir melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (31/1/2019), saat nilai tukar yen Jepang terus menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 31 Januari 2019  |  15:21 WIB
Petani memanen getah karet di Banyuasin, Sumatra Selatan, Selasa (8/1/2019). - Antara/Nova Wahyudi
Petani memanen getah karet di Banyuasin, Sumatra Selatan, Selasa (8/1/2019). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet kembali tertekan dan berakhir melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (31/1/2019), saat nilai tukar yen Jepang terus menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Juli 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup melemah 1,06% atau 1,90 poin di level 177,80 yen per kg, setelah mampu rebound dan berakhir menanjak 1,58% di posisi 179,70 pada Rabu (30/1).

Harga karet tergelincir dari penguatannya ketika dibuka melorot 0,95% atau 1,70 poin di posisi 178 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, harga karet bergerak di level 177,60 – 178,10.

Sementara itu, nilai tukar yen sore ini terpantau lanjut menguat 0,30% atau 0,33 poin ke level 108,71 per dolar AS pada pukul 14.41 WIB. Pada perdagangan Rabu (30/1), harga karet ditutup terapresiasi 0,33% atau 0,36 poin di posisi 109,04.

Yen menguat di kisaran level tertingginya dalam dua pekan setelah kebijakan moneter bank sentral AS Federal Reserve yang bersifat dovish membebani dolar AS.

Setelah mengadakan pertemuan kebijakan (FOMC meeting) selama dua hari yang berakhir pada Rabu (30/1/2019) waktu setempat, The Fed memutuskan mempertahankan tingkat suku bunganya di 2,25%-2,50% dan berjanji akan bersabar dalam hal penaikan biaya pinjaman lebih lanjut.

The Fed juga bergeser ke sikap yang lebih dovish terkait pelepasan aset yang sedang berlangsung, dengan menyatakan siap untuk menyesuaikan rencananya berdasarkan perkembangan ekonomi dan keuangan.

Menyusul pernyataan The Fed, dolar AS dan imbal hasil bertenor pendek turun setelah investor memperhitungkan probabilitas yang lebih rendah mengenai kenaikan suku bunga tambahan dalam waktu dekat.

Penguatan nilai tukar yen Jepang terhadap dolar AS pun membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya, permintaan akan komoditas ini berpotensi tergerus.

“Dengan minimnya berita fundamental yang baru, penguatan yen menambah tekanan untuk pasar [karet],” ujar Gu Jiong, analis Yutaka Shoji, seperti dikutip Bloomberg.

Di Shanghai Futures Exchange, harga karet untuk kontrak teraktif Mei 2019 menambah pelemahannya pada hari ketiga dengan berakhir melorot 155 poin atau 1,35% di 11.325 yuan per ton.

Di sisi lain, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Maret 2019 terpantau lanjut menguat 0,5% ke level US$54,50 per barel pada pukul 14.30 WIB, setelah berakhir menanjak 1,73% di level 54,23 pada perdagangan Rabu (30/1).

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Maret 2019 lanjut menguat 0,65% atau 0,40 poin ke level US$62,05 per barel, setelah berakhir naik 0,54% di level US$61,65 kemarin.

Minyak menguat setelah impor minyak mentah dari Arab Saudi dilaporkan turun lebih dari separuh jumlah impor pekan sebelumnya menjadi 442.000 barel per hari.

Penurunan pengiriman dari Arab Saudi memberi bukti nyata bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Rusia, dan produsen besar lainnya membawa dampak dengan kesepakatan yang mereka buat tahun lalu untuk mengurangi kelebihan suplai minyak dari pasar global.

Harga minyak sudah menguat pada Rabu didorong pergolakan politik yang berdampak pada ekspor minyak mentah dari Venezuela serta laporan kinerja dari Apple Inc. dan Boeing Co. yang mengikis kekhawatiran investor tentang ekonomi global.

Pada saat yang sama, badan energi AS Energy Information Administration (EIA) menyatakan stok minyak mentah domestik meningkat sekitar 920.000 barel pekan lalu, lebih rendah dari perkiraan banyak analis.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Juni 2019 di Tocom

TanggalHarga (Yen/Kg)              Perubahan
31/1/2019177,80-1,06%
30/1/2019179,70+1,58%
29/1/2019176,90

-2,10%

Sumber: Bloomberg                         


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga karet
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top