Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prospek Suram, Investor Bitcoin Beralih ke Emas Tahun Ini

Prospek Bitcoin bisa dibilang sudah benar-benar suram. Harga Bitcoin memang sempat rebound pada awal Januari seiring dengan pelemahan dolar AS, tetapi kemudian kembali bergerak sempoyongan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Januari 2019  |  13:27 WIB
Ilustrasi Bitcoin diletakkan di atas lembaran uang dolar AS. - REUTERS/Dado Ruvic
Ilustrasi Bitcoin diletakkan di atas lembaran uang dolar AS. - REUTERS/Dado Ruvic

Bisnis.com, JAKARTA – Prospek Bitcoin bisa dibilang sudah benar-benar suram. Harga cryptocurrency (mata uang kripto) paling populer ini belum juga mampu menembus level US$4.000 dalam tiga pekan, hanya sekitar 12 bulan setelah diperdagangkan di atas level US$12.000.

Harga Bitcoin memang sempat rebound menembus level tersebut pada awal Januari seiring dengan pelemahan dolar AS, tetapi kemudian kembali bergerak sempoyongan.

Namun sejumlah Analis saat itu memperingatkan bahwa peningkatan harga bitcoin yang relatif sedikit belum cukup untuk menyatakan pembalikan tren perdagangan bitcoin, bahkan dalam jangka pendek sekalipun.

Menurut CEO perusahaan pengelola investasi Van Eck Associates, Jan Van Eck, tanda-tanda menunjukkan bahwa banyak investor Bitcoin beralih menuju komoditas yang lebih tradisional.

“Saya pikir Bitcoin menarik sedikit permintaan dari emas pada 2017. Menariknya, kami baru saja mensurvei 4.000 investor bitcoin dan investasi nomor satu mereka untuk 2019 sebenarnya adalah emas. Jadi, dulu emas kalah dari bitcoin dan kini yang terjadi sebaliknya,” ujar Eck kepada CNBC.

Selama 12 bulan hingga menuju level tertingginya menembus level US$20.000 yang dibukukan pada Desember 2017, nilai Bitcoin meningkat 25 kali lipat.

Selama rentang periode yang sama, harga emas menguat 4%. Lebih dari setahun sejak menyentuh puncaknya, harga Bitcoin ambrol 82%, sedangkan harga emas naik 2,5%.

Eskalasi ancaman regulasi, larangan pembelian mata uang kripto, penutupan bursa pertukaran cryptocurrency, serta kekhawatiran atas potensi penipuan dan peretasan menjadi beberapa alasan di balik kemerosotan cryptocurrency.

Menurut Tim Seymour, pendiri dan kepala investasi Seymour Asset Management, mungkin sulit bagi gelombang investor untuk kembali ke bitcoin dan kemudian menjauh dari emas.

“Kami tidak hanya kehilangan semua likuiditas pada [komoditas] yang mendasarinya tetapi juga benar-benar di luar argumen blockchain yang ada, sudah sangat sulit untuk memperdebatkan penyimpanan nilai yang benar-benar mulai kami dengar,” lanjut Seymour.

“Emas adalah sarana penyimpan nilai dan tidak ada yang membantahnya.”

Dilanjutkan oleh Van Eck, jika emas mendapatkan tawaran tahun ini, salah satu cara untuk memainkannya adalah melalui ETF (exchange-traded funds) emas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas bitcoin
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top