Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Phapros Siap Catatkan Sahamnya Akhir Tahun Ini

PT Phapros Tbk. akan melakukan pencatatan saham atau listing di Bursa Efek Indonesia pada akhir Desember 2018.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 17 Desember 2018  |  19:43 WIB
Jajaran Direksi PT Phapros Tbk. bersama manajemen PT Lucas Djaja setelah penandatangan akuisisi Lucas Djaja di Jakarta, Rabu (29/8). - Istimewa
Jajaran Direksi PT Phapros Tbk. bersama manajemen PT Lucas Djaja setelah penandatangan akuisisi Lucas Djaja di Jakarta, Rabu (29/8). - Istimewa

Bisnis.com,  JAKARTA— PT Phapros Tbk. akan melakukan pencatatan saham atau listing di Bursa Efek Indonesia pada akhir Desember 2018.

Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami mengungkapkan rencana listing tersebut telah mendapatkan izin dari rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Rencananya, perseroan akan mencatatkan seluruh saham ditempatkan dan disetor. “Listing insyaallah 26 Desember 2018,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (17/12/2018).

Barokah menjelaskan bahwa terdapat beberapa alasan perseroan melakukan listing. Salah satunya pemegang saham dapat mengetahui nilai saham secara real time

Selanjutnya, dia menyebut ingin memperkenalkan Phapros secara lebih masif. Dengan demikian, akses pendanaan ke perbankan dan non perbankan menjadi lebih mudah. “Kami juga ingin mengimplentasikan good corporate governance,” jelasnya.

Selain rencana listing, RUPSLB juga menyetujui pemecahan nilai nominal saham atau stock split. Rasio yang disetujui 1:5 sehingga nilai nominal saham berubah dari Rp500 per saham menjadi Rp100 saham. Dengan adanya aksi korporasi tersebut, jumlah saham ditempatkan disetor perseroan juga mengalami perubahan dari 168 juta menjadi 840 juta.

Barokah mengungkapkan alasan dilakukannya stock split untuk memudahkan rencana pendanaan perseroan ke depan. Pergerakan saham nantinya juga diharapkan menjadi lebih liquid di pasar modal. “Jadi kami listing sekaligus stock split,” imbuhnya.

Terkait dengan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue, perseroan saat ini urung mengeksekusi rencana tersebut. Alasanya, masih terdapat sumber pendanaan lain yang dapat digunakan.

Berdasarkan pemberitaan Bisnis.com sebelumnya, Phapros berencana rights issue pada Oktober 2018. Namun, sampai saat ini rencana tersebut belum dieksekusi.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2018, Phapros membukukan pendapatan Rp407,36 miliar. Pencapaian tersebut naik 7,34% dari Rp379,50 miliar pada semester I/2017.

Dengan demikian, perseroan berhasil mengamankan laba bersih Rp52,71 miliar pada semester I/2018. Jumlah tersebut naik 45,80% dari Rp36,15 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Beberapa waktu lalu, Phapros telah merampungkan akuisisi 55% saham PT Lukas Djaja (LD) senilai Rp80,9 miliar. Rencana tersebut sejalan dengan upaya memenuhi kebutuhan bisnis e-catalogue. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten pt phapros tbk
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top