Bos Huawei Ditangkap, Pasar Saham China & Hong Kong Terkapar

Pelemahan tajam dalam saham teknologi menekan indeks saham acuan di China dan Hong Kong pada perdagangan hari ini, Kamis (6/12/2018), menyusul penangkapan seorang petinggi Huawei Technologies
Renat Sofie Andriani | 06 Desember 2018 16:27 WIB
Bursa China SHCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan tajam saham teknologi menekan indeks saham acuan di China dan Hong Kong pada perdagangan hari ini, Kamis (6/12/2018), menyusul penangkapan seorang petinggi Huawei Technologies karena dugaan pelanggaran sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

Indeks Shanghai Composite berakhir merosot 1,68% atau 44,62 poin di level 2.605,18, setelah dibuka dengan pelemahan 0,75% atau 19,98 poin di posisi 2.629,82.

Adapun indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham blue chip berakhir anjlok 2,16% atau 70,33 poin di level 3.181,67, setelah dibuka dengan pelemahan 1,04% atau 33,89 poin di level 3.218,11.

Pasar saham global, khususnya China, hari ini terguncang oleh kabar penangkapan Chief Financial Officer (CFO) Huawei Technologies di Kanada.

Meng Wanzhou, yang juga adalah putri dari pendiri perusahaan teknologi ternama asal China tersebut ditangkap pada 1 Desember dan akan menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat (AS) lantaran diduga melakukan pelanggaran atas sanksi AS.

Menurut sumber terkait permasalahan ini, Meng Wanzhou ditangkap karena terkait dengan pelanggaran sanksi-sanksi AS. Meski demikian, para pejabat sejauh ini belum membuka suara mengenai tuduhan terhadapnya.

Penangkapan itu bisa menambah ganjalan antara China dan Amerika Serikat, hanya beberapa hari setelah Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping menyepakati ‘gencatan senjata’ selama 90 hari antara kedua negara yang memberi kedua belah pihak lebih banyak waktu untuk bernegosiasi.

Sentimen tersebut serta merta membebani saham perusahaan-perusahaan teknologi dan pemasok perangkat keras. Huawei diketahui merupakan salah satu pembuat handset dan peralatan jaringan telekomunikasi terbesar di dunia.

"Dampaknya (di pasar) cukup besar karena kita baru saja melihat pertemuan Trump-Xi Jinping, dan orang-orang mengharapkan periode bulan madu selama 90 hari,” kata Linus Yip, kepala pakar strategi di First Shanghai Securities di Hong Kong, seperti dilansir Reuters.

Sejalan dengan bursa saham China,  pergerakan indeks Hang Seng berakhir anjlok 2,47% atau 663,30 poin di level 26.156,38, setelah dibuka melorot 1,75% atau 470,26 di posisi 26.349,42.

Indeks hardware TI pada Hang Seng beserta sub indeks untuk perusahaan-perusahaan teknologi turun sebesar 4% pada perdagangan hari ini.

“Yang benar-benar menjadi kekhawatiran pasar adalah tuduhan AS tentang transfer teknologi oleh China,” ujar Patrick Yiu, managing director di CASH Asset Management, Hong Kong.

Tag : bursa china
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top