Per Oktober 2018, Wika Gedung (WEGE) Realisasikan 81,76% Target Kontrak Baru

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. telah merealisasikan 81,73% kontrak baru dari target Rp7,83 triliun yang dibidik pada 2018.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 16 November 2018  |  10:21 WIB
Per Oktober 2018, Wika Gedung (WEGE) Realisasikan 81,76% Target Kontrak Baru
Dirut PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), Nariman Prasetyo (keempat kiri) bersama (dari kiri) Komisaris Independen Adji Firmantoro, Dini Yulianti, Komut Destiawan Soewardjono, Direktur Independen Abirayadi Riyanto, Direktur Widhi Pudjiono, Nur Al Fata dan Djaka Nugraha, berfoto bersama usai RUPST, di Jakarta, Senin (26/3/2018). - ANTARA/Audy Alwi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. telah merealisasikan 81,73% kontrak baru dari target Rp7,83 triliun yang dibidik pada 2018.

Corporate Secretary Wijaya Karya Bangunan Gedung Bobby Iman Setya mengungkapkan tambahan sejumlah pekerjaan baru didapatkan perseroan pada Oktober 2018. Kontrak yang didapatkan pada periode tersebut di antaranya dari WIKA Pracetak Gedung Rp78 miliar, Tamansari Tera Property Rp6,7 milar, dan proyek Trans Icon Rp4,4 miliar.

“Kontrak baru per Oktober 2018 yakni Rp6,4 triliun,” ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (15/11/2018).

Dia mengatakan pencapaian Rp6,4 triliun itu tumbuh 4% secara tahunan. Pada periode yang sama tahun lalu, nilai kontrak baru yang dibukukan senilai Rp6,1 triliun.

Dengan realisasi tersebut, emiten berkode saham WEGE itu telah merealisasikan 81,73% target kontrak baru 2018. Total nilai yang dibidik pada tahun ini senilai Rp7,827 triliun.

Sebagai catatan, WEGE tidak merevisi naik target kontrak baru 2018 seperti yang dilakukan induk usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Akan tetapi, perseroan menaikkan target laba bersih dari Rp425,7 miliar menjadi Rp443 miliar.

WEGE membidik order book atau kontrak dihadapi Rp16,59 triliun. Jumlah tersebut naik 28,2% dari realisasi tahun lalu.

Adapun, total Rp16,59 triliun yang dibidik terdiri atas kontrak baru Rp7,83 triliun dan carry over periode 2017 senilai Rp8,76 triliun. Komposisi perolehan kontrak diproyeksi berasal dari pemerintah 30%, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 30%, dan Swasta 40%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, Wika Gedung

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup