WEGE Kantongi Rp215 Miliar dari Proyek Apartemen di Karawang

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) membukukan penjualan senilai Rp215 miliar dari proyek apartemen Tamansari Mahogany di Karawang, Jawa Barat. 
Hafiyyan | 22 Oktober 2018 14:53 WIB
Dirut PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (Wika Gedung) Nariman Prasetyo (kiri) meninjau pembangunan proyek CBD di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/8). - ANTARA/Moch Asim

Bisnis.com, KARAWANG—PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) membukukan penjualan senilai Rp215 miliar dari proyek apartemen Tamansari Mahogany di Karawang, Jawa Barat. 

Corporate Secretary Wijaya Karya Bangunan Gedung Bobby Iman Setya mengatakan, sampai dengan September 2018 perusahaan berhasil menjual 90% dari 794 unit apartemen Tamansari Mahogany yang dipasarkan. Nilai penjualannya mencapai Rp215 miliar.

“Penjualan dari menara pertama mencapai Rp215 miliar,” tuturnya kepada Bisnis di Karawang, pekan lalu.

Tower pertama terdiri dari 4 tipe unit, yakni studio ukuran 21,73 meter m2 dan 25,62 m2, serta 2 kamar tidur dengan luasan 48,02 m2 dan 54,35 m2. Harga per meter persegi dibanderol Rp13 jutaan. Pembangunannya dimulai pada April 2015, dan kini sudah beroperasi. 

Proyek Tamansari Mahogany seluas 2 hektare (ha) nantinya terdiri dari 2 menara apartemen, 1 menara hotel, dan area komersial. Pemasaran apartemen kedua akan dibarengi  dengan peluncuran pembangunan area lifestyle dan hiburan di area depan kompleks.

Adapun, tower kedua menawarkan unit yang lebih variatif karena terdiri dari 11 tipe. Perinciannya, tipe studio ukuran 24,53 m2, 27,30 m2, dan studio garden 27,22 m2. Selanjutnya, tipe 1 kamar tidur dengan luasan 39,58 m2—51,48 m2, 2 kamar tidur 58,26 m2—73,57 m2, dan 3 kamar tidur 97,95 m2. Harga dipatok Rp15 jutaan per m2.

Bobby menyampaikan, pasar properti di Karawang sangat potensial karena menjadi kawasan industri internasional. Kawasan itu menampung ratusan perusahaan multinasional dengan lebih dari 500.000 tenaga kerja asing dan lokal.

Para pekerja ini tentunya membutuhkan hunian untuk menetap sementara, daripada pulang—pergi setiap hari ke rumah di Jakarta, Bekasi, ataupun Bandung. Jadi, pada hari kerja Senin—Jumat, mereka tinggal di wilayah yang dekat dengan tempat kerja, baru pada akhir minggu pulang. 

Selain segmen pekerja yang gemuk, bisnis properti Karawang akan terdongkrak dengan adanya pembangunan infrastruktur, seperti Jalan Tol Elevated Jakarta-Cikampek dan Kereta Cepat Jakarta–Bandung.

Direktur Utama WEGE Nariman Prasetyo menyampaikan, apartemen strata title ini merupakan hunian vertikal pertama di kawasan Karawang. Lokasi apartemen berdekatan dengan pintu Tol Karawang Barat sehingga terbilang sangat strategis. 

Pada Desember 2018, perusahaan juga berencana mengoperasikan Fave Hotel dengan kapasitas 132 kamar. Per malam harga dimulai dari Rp300.000-an. Hotel dengan kelas bintang dua plus ini memiliki sejumlah fasilitas seperti restoran, bar, dan 10 ruang pertemuan.

Selain di Karawang, WEGE juga memiliki sejumlah proyek properti seperti Tamansari Prospero di Sidoarjo, Tamansari Tera di Bandung. Namun, pendapatan dari bisnis properti terbilang masih kecil.

Per Juni 2018, pendapatan WEGE dari bisnis properti mencapai Rp151,31 miliar, meningkat dari semester I/2017 sejumlah Rp23,41 miliar. Adapun, pendapatan dari jasa konstruksi sebesar Rp2,25 triliun, naik dari sebelumnya Rp1,28 triliun.

Tag : kinerja emiten, Wika Gedung
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top