90% Unit Apartemen WEGE di Karawang Ludes Terjual

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) melaporkan penjualan proyek apartemen Tamansari Mahogany di Karawang, Jawa Barat, sudah mencapai 90% per September 2018.
Hafiyyan | 19 Oktober 2018 15:28 WIB
Direktur Utama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) Nariman Prasetyo (kiri) meninjau pembangunan proyek CBD di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/8/2017). - ANTARA/Moch Asim

Bisnis.com, KARAWANG — PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) melaporkan penjualan proyek apartemen Tamansari Mahogany di Karawang, Jawa Barat, sudah mencapai 90% per September 2018.

Direktur Utama WEGE Nariman Prasetyo menyampaikan apartemen strata title ini merupakan hunian vertikal pertama di kawasan Karawang. Memiliki lahan seluas 2 hektare (ha), perseroan mengembangkan 2 menara apartemen dan 1 menara hotel.

“Menara pertama sudah beroperasi sebanyak 794 unit, dengan penjualan mencapai 90% per September 2018,” ujarnya, Jumat (19/10/2018).

Pembangunan menara pertama Tamansari Mahogany dimulai pada April 2015. Adapun menara kedua memiliki desain yang sama seperti bangunan vertikal sebelumnya, sehingga WEGE akan mengoperasikan 1.588 unit apartemen.

Ke depannya, perusahaan akan menambah area komersial 2 lantai sebanyak 38 unit.

Nariman menerangkan lokasi apartemen berdekatan dengan pintu Tol Karawang Barat, sehingga terbilang strategis. Area properti ini menampung kebutuhan hunian dan tempat menginap di sekitar kawasan industri di Karawang.

Pada Desember 2018, perusahaan juga berencana mengoperasikan Fave Hotel dengan kapasitas 132 kamar. Hotel dengan kelas bintang dua plus ini memiliki sejumlah fasilitas seperti restoran, bar, dan 10 ruang pertemuan.

Selain di Karawang, WEGE juga memiliki sejumlah proyek properti lain seperti Tamansari Prospero di Sidoarjo dan Tamansari Tera di Bandung. Namun, pendapatan dari bisnis properti terbilang masih kecil.

Per Juni 2018, pendapatan WEGE dari bisnis properti mencapai Rp151,31 miliar, meningkat dari semester I/2017 sejumlah Rp23,41 miliar. Adapun pendapatan dari jasa konstruksi sebesar Rp2,25 triliun, lebih besar periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp1,28 triliun.

Tag : emiten properti, Wika Gedung
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top