Johnson Controls Battery Investment Masuk ke Anak Usaha Nipress (NIPS)

Emiten produsen aki kendaraan PT Nipress Tbk. berencana melepas sebagian kepemilikan sahamnya pada PT Nipress Energi Otomotif (NEO) pada pembeli siaga. Pelepasan saham itu dilakukan melalui skema divestasi dan penerbitan saham baru NEO pada pembeli.
Dara Aziliya | 02 Oktober 2018 15:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen aki kendaraan PT Nipress Tbk. berencana melepas sebagian kepemilikan sahamnya pada PT Nipress Energi Otomotif (NEO) pada pembeli siaga. Pelepasan saham itu dilakukan melalui skema divestasi dan penerbitan saham baru NEO pada pembeli.

Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan perseroan di harian Bisnis Indonesia, NEO akan melepas 10 saham perusahaan pada pembeli siaga yaitu Johnson Controls Battery Investment, LLC. dengan harga Rp5 juta per saham sehingga nilai transaksi adalah Rp50 juta.

NEO lalu akan melakukan penerbitan saham baru sebanyak 14.856 lembar senilai Rp77,24 miliar yang akan diserap langsung oleh Johnson Controls Battery Investment, LLC.

Sebagai entitas induk, Nipress akan melakukan divestasi sebanyak 24.883 lembar atau senilai Rp138,62 miliar kepada Johnson Controls Battery Investment, LLC. Komisaris Utama Nipress yaitu Jackson Tandiono juga akan melepas satu saham senilai Rp5 juta per saham.

Berdasarkan beberapa transaksi tersebut, maka emiten dengan sandi NIPS itu akan mengantongi dana sedikitnya Rp205,92 miliar dari divestasi dan penerbitan saham baru.

Manajemen NIPS menyampaikan sebagai perusahaan produsen dan pemasok aki otomotif dan aki industri, perusahaan ingin memanfaatkan peluang tren pertumbuhan sektor otomotif nasional. Untuk itu, melalui entitas anaknya yaitu NEO, perseroan akan menjalin kemitraan strategis dengan Johnson Controls Investment.

Pembeli siaga divestasi dan saham baru yang diterbitkan perseroan yaitu Johnson Controls Investment merupakan perusahaan dengan pengalaman lebih dari 100 tahun dalam penyediaan aki kendaraan. Saat ini, JCI merupakan pemasok aki kendaraan terbesar dunia yang menghasilkan satu pertiga dari total output industri aki setiap tahun.

Adapun, NEO merupakan perusahaan produsen aki otomotif terbesar ketiga Indonesia dengan kapasitas produksi aki otomotif sebesar 3 juta unit aki kendaraan roda empat dan 5 juta unit aki kendaraan roda dua per tahun.

Dari hasil divestasi tersebut, NIPS akan menggenggam saham NEO sebesar 99,992% dari saat ini 99,999%. Johnson Controls Battery Investment akan menguasai 0,007% kepemilikan pada NEO.

Tag : Aksi Korporasi, nipress
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top