RIGHTS ISSUE: Hanson (MYRX) Incar Rp16 Triliun

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta.
Novita Sari Simamora | 28 September 2018 07:41 WIB
Komisaris Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro memberikan penjelasan pada seminar Fundamental Step for Better Future di Jakarta, Rabu (7/3/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta.
Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda.
Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV.
Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha.
"Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapnya di Jakarta, Kamis (27/9/2018).
Rony mengungkapkan, kebutuhan dana untuk mengakuisisi tanah seluas 16.000 ha guna pembangunan Grand Jakarta, sekitar Rp12 triliun hingga Rp16 triliun. Dia mengharapkan, agar target dana tersebut bisa diperoleh dari aksi rights issue.
Saat ini, Hanson memiliki landbank seluas 4.970 ha. Bila target right issue sesuai dengan rencana, maka perseroan optimis bisa menambah sekitar 16.000 ha lahan.
Komisaris Utama Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro mengungkapkan, perseroan akan melakukan roadshow hingga tiga kali. Adapun roadshow tersebut akan dilakukan ke luar negeri. Hingga saat ini, katanya, telah ada beberapa investor asing yang mengajukan diri.
"Usai RUPS, kami mau roadshow sekitar 2-3 kali. Lalu ada stand by buyer, lalu [righ issue] kami jalan. Sudah ada investor dari Korea dan China yang tertarik," kata Benny.
Dia mengungkapkan, Hanson belum menetapkan persentase asing dalam aksi right issue tersebut. Benny menambahkan, perseroan bersama perusahaan infrastruktur milik pemerintah akan membangun ruas jalan sepajang 30 km untuk menghubungkan Serpong-Maja.
Benny mengatakan, untuk pembangunan jalan tol, telah ada 1 BUMN dan investor China yang berminat. Adapun luas proyek Grand Jakarta setara dua kali Kota Bandung.
Dia mengharapkan, Grand Jakarta akan menghubungkan kota-kota yang mengelilingi Jakarta. Adapun proyek ini merupakan proyek jangka panjang yang diprediksikan sekitar 15 tahun--20 tahun.
Tag : rights issue, kinerja emiten, hanson international
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top