Penjualan Rokok Sampoerna (HMSP) Masih Tumbuh 0,7%

Emiten rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) membukukan kenaikan volume penjualan rokok sebesar 0,7% year-on-year (yoy) dengan total penjualan sebanyak 25 miliar batang pada kuartal II/2018.
Hafiyyan | 24 Juli 2018 16:33 WIB
Pekerja PT HM Sampoerna Tbk. melakukan aktivitas di pabrik sigaret kretek tangan (SKT) Sampoerna di Surabaya, Kamis (19/5/2016). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) membukukan kenaikan volume penjualan rokok sebesar 0,7% year-on-year (yoy) dengan total penjualan sebanyak 25 miliar batang pada kuartal II/2018.

Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh induk usaha PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., Philip Morris International (PMI), penjualan rokok HMSP dilaporkan mencapai 48 miliar batang sepanjang paruh pertama tahun ini. Penjualan tersebut terdiri dari 23 miliar batang pada kuartal I/2018 dan 25 miliar batang pada kuartal II/2018.

“Penjualan rokok pada kuartal II/2018 meningkat 0,7% yoy dari kuartal II/2017 sejumlah 24,8 miliar batang,” papar manajemen dalam laporan keuangannya akhir pekan lalu.

Sepanjang Januari—Juni 2018, penjualan rokok HMSP merosot 0,5% yoy dari semester I/2017 sejumlah 48,2 miliar batang. Namun demikian, perusahaan berhasil memertahankan pangsa pasar di Indonesia sebesar 33,2%, tertinggi di antara pemain sejenis lainnya.

Head of Research BCA Sekuritas Pandu Anugrah menyampaikan, kinerja penjualan rokok HMSP sesuai dengan estimasi tim analis perusahaan. Performa tersebut didukung sejumlah produk andalan seperti Marlboro Filter Black dan Dji Sam Soe Magnum Mild.

“Kedua merek merupakan produk SKM [Sigaret Kretek Mesin]. Kinerja HMSP memang lebih ditopang produk dari SKM, sehingga masih bisa di atas kinerja industri,” paparnya dalam riset.

Pada semester I/2018, penjualan rokok di Indonesia mencapai 144,5 miliar, turun 1,4% yoy dari sebelumnya 146,6 miliar. Perinciannya, kuartal I/2018 sejumlah 69,3 miliar, dan kuartal II/2018 sebanyak 75,2 miliar.

Penjualan pada kuartal II/2018 tumbuh 8,6% secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq). Kenaikan itu serupa dengan pertumbuhan penjualan HMSP secara qoq yang juga meningkat 8,6%.

Pandu menyampaikan, pemulihan penjualan pada periode April-Juni 2018 menunjukan adanya peningkatan daya beli masyarakat. Namun, momentum kenaikan ini diperkirakan tidak berlanjut pada semester II/2018.

Tag : hm sampoerna, hmsp, kinerja emiten
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top