Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditas Menjadi 4,36 Juta Lot

Total volume transaksi Perdagangan Berjangka Komoditas mencakup volume kontrak multilateral dan Sistem Perdagangan Alternatif sepanjang semester I/2018 tumbuh 30,15% year-or-year seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan gejolak nilai tukar.
Mutiara Nabila | 17 Juli 2018 17:30 WIB
Sejumlah karyawan PT Bursa Berjangka Jakarta memantau transaksi perdagangan komoditas di Galeri JFX Jakarta. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Total volume transaksi Perdagangan Berjangka Komoditas mencakup volume kontrak multilateral dan Sistem Perdagangan Alternatif sepanjang semester I/2018 tumbuh 30,15% year-or-year seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan gejolak nilai tukar.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat pertumbuhan volume transaksi tersebut dari sebanyak 3,35 juta lot pada semester I/2017 menjadi 4,36 juta lot pada semester I/2018.

Kepala Biro Pengawasan Pasar Berjangka dan Fisik Bappebti Pantas Lumban Batu mengatakan pertumbuhan volume transaksi multilateral pada semester I/2018 naik 32,81% atau 784.012 lot secara (yoy) dari tahun sebelumnya 590.312 lot.

Volume transaksi SPA mengalami pertumbuhan 29,58% menjadi 3,58 juta lot pada 6 bulan pertama tahun ini dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 2,76 juta lot.

“Data itu cukup bagus, pertumbuhannya jauh melampaui target 10% secara tahunan, mudah-mudahan bisa bertahan sampai akhir tahun. Pertumbuhan tahun kemarin tidak seperti tahun ini yang jauh lebih signifikan,” ujarnya ditemui Bisnis, Senin (16/7).

Pantas mengatakan bahwa pertumbuhan tersebut didorong oleh tiga faktor. Pertama, karena pertumbuhan perekonomian Indonesia yang cukup stabil. Mengutip data dari Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2018 diprediksi bisa mencapai 5,2% dibandingkan dengan kuartal I/2018 yang hanya 5,06%.

“Sementara itu, karena banyak investor yang mulai melirik industri kami [berjangka]. Karena jika dilihat dari sisi ekonomi di Indonesia masih cukup stabil,” lanjutnya.

Pendorong volume transaksi yang kedua, yaknikarena banyak investor yang mulai beralih dari perdagangan di bursa ilegal ke sistem legal dan memiliki peraturan baku.

Bappebti bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah bekerja sama menutup sejumlah pialang ilegal, tetapi tidak dapat memberikan kejelasan terkait dengan jumlah pialang yang sudah ditutup sepanjang tahun ini.

Upaya otoritas melakukan penutupan pialang ilegal telah mendorong investor beralih ke perdagangan berjangka legal sehingga memicu pertumbuhan volume transaksi dengan jumlah yang cukup signifikan.

Ketiga,  adanya fluktuasi nilai mata uang foreign exchange (forex) yang cukup signifikan belakangan ini dengan pendorong utama faktor eksternal. Pantas menilai bahwa fluktuasi tersebut dimanfaatkan oleh investor untuk berinvestasi.

“Pertumbuhan transaksi forex terlihat pada jumlah total volume transaksi SPA yang bertumbuh 29,58% semester I/2018 ini,” ungkapnya.

Menurut laporan Bappebti, total transaksi kontrak sepanjang semester I/2018 mencapai 4,36 juta lot yang didominasi SPA dengan persentase 82,06% (3,58 juta lot), sedangkan transaksi multilateral 17,94% (784.012 lot).

“Harapan kami sebenarnya ingin market share untuk kontrak multilateral lebih besar, karena tujuan kami lebih fokus pada kontrak multilateral,” tambah Pantas.

Bappebti selanjutnya berupaya untuk meningkatkan volume transaksi kontrak multilateral dengan melakukan sosialisasi dan edukasi.

Tag : komoditas, bursa berjangka
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top