Coinbase Pertimbangkan Tambah 5 Produk Uang Digital Selain Bitcoin

Perusahaan Coinbase Inc., bursa mata uang kripto Amerika Serikat yang memberikan layanan jual beli sejumlah koin digital dan mengizinkan pelanggannya untuk memperdagangkan beberapa jenis token virtual sekaligus, berencana akan memasukan lima jenis mata uang kripto baru dalam platform trading-nya.
Mutiara Nabila | 16 Juli 2018 15:52 WIB
Ilustrasi bitcoin. - Reuters/Dado Ruvic

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan Coinbase Inc., bursa mata uang kripto Amerika Serikat yang memberikan layanan jual beli sejumlah koin digital dan mengizinkan pelanggannya untuk memperdagangkan beberapa jenis token virtual sekaligus, berencana akan memasukan lima jenis mata uang kripto baru dalam platform perdagangannya.

Kelima produk koin itu ialah Cardano, Basic Attention Token, Stellar, Zcash, dan Ox. Jika benar terlaksana, maka akan menjadi loncatan besar bagi Coinbase yang sebelumnya hanya mengizinkan pelanggannya untuk trading Bitcoin, Bitcoin Cash, Ether, dan Litecoin.

“Kami sedang mengembangkan sejumlah jenis aset baru, dan akan bekerja sama dengan bank lokal dan para pemangku kebijakan sehingga dapat sesuai dengan aturan hukum. Tidak seperti proses penambahan Ethereum Classic yang sedang berjalan, aset-aset tersebut akan memerlukan eksplorasi tambahan dan kami tidak yakin bisa memasukkannya dalam daftar perdagangan dalam waktu dekat,” ujar Brian Armstrong, pendiri Coinbase Inc., dilansir dari Bloomberg, Minggu (15/7/2018).

Para pengguna sudah terus menyarankan agar perusahaan itu menambahkan jenis aset, tetapi terus tertunda di tengah pemerintah AS yang mengira token digital tersebut termasuk dalam sekuritas. Coinbase tidak dilisensi oleh sekuritas AS dan Komisi Bursa AS.

Pengumuman yang dilaksanakan pada Jumat (13/7) lalu itu tidak berarti bahwa perusahaan tersebut tidak menetapkan kelima jenis token digital baru itu sebagai sekuritas. Sejumlah aset kemungkinan hanya akan muncul di beberapa wilayah tertentu karena alasan hukum.

Sebelumnya, pihak Coinbase pernah menyebutkan pada Desember lalu bahwa mereka akan melakukan penyelidikan pada trading di platform setelah harga Bitcoin Cash melonjak beberapa jam sebelum perusahaan itu mengumumkan akan menambahkan Bitcoin Cash dalam daftar asetnya, hingga saat ini Coinbase belum mengungkapkan hasil penyelidikannya secara terbuka.

Selain itu, mata uang kripto jenis Ethereum Classic, terbesar kedua setelah Bitcoin, harganya juga mengalami lonjakan pada bulan lalu setelah Coinbase mengumumkan rencananya untuk menambahkan Ethereum Classic dalam asetnya.

Coinbase telah menenangkan spekulasi tersebut dengan berencana memasukkan koin digital terbesar ketiga, Ripple, yang dianggap segelintir orang sebagai sekuritas.

“Kami membuat pengumuman tersebut untuk internal di Coinbase dan kepada publik di saat yang sama agar tetap transparan dengan pelanggan kami terkait dengan dukungan pada aset di masa mendatang,” lanjut Armstrong.

Pihak Coinbase menegaskan bahwa mereka tidak bisa berkomitmen terhadap jangka waktu tertentu, dan menetapkan bahwa sejumlah aset tersebut hanya akan dijual-belikan, tidak untuk dikirim dan diterima secara fisik. Perusahaan tersebut juga memilih untuk mendata sejumlah koin di negara lain selain AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komoditas, bitcoin, cryptocurrency

Sumber : Bloomberg
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top