Indeks Dolar AS Dibayangi Sikap Tak Jelas Donald Trump

Indeks dolar AS bergerak cenderung stabil pada perdagangan pagi ini, Kamis (28/6/2018), meskipun gagal melanjutkan penguatan semalam di tengah sinyal yang bertentangan dari pemerintah Amerika Serikat terhadap usulan untuk membatasi investasi China.
Renat Sofie Andriani | 28 Juni 2018 11:12 WIB
Uang dolar AS. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks dolar AS bergerak cenderung stabil pada perdagangan pagi ini, Kamis (28/6/2018), meskipun gagal melanjutkan penguatan semalam di tengah sinyal yang bertentangan dari pemerintah Amerika Serikat terhadap usulan untuk membatasi investasi China sehingga membuat pasar keuangan gelisah.

Indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang dunia terpantau melandai 0,07% atau 0,068 poin ke level 95,222 pada pukul 10.23 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka dengan turun tipis 0,02% atau 0,018 poin di posisi 95,272, setelah pada perdagangan Rabu (27/6) ditutup menguat 0,65% atau 0,614 poin di level 95,290.

Dilansir dari Reuters, greenback menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa dia akan menggunakan proses peninjauan keamanan nasional yang diperkuat untuk menggagalkan akuisisi China terhadap teknologi AS yang sensitif.

Hal ini dilihat sebagai pendekatan yang lebih lunak daripada menerapkan pembatasan investasi terhadap China. Kabar itu bahkan sempat mengangkat pergerakan bursa saham AS pada perdagangan Rabu (27/6).

Akan tetapi, optimisme menguap dengan kebingungan tentang niat pemerintah AS setelah penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan dalam sebuah wawancara di Fox Business Network pada hari Rabu, bahwa rencana yang diumumkan Trump tidak menunjukkan sikap lunak pada China.

Sikap beberapa pejabat pemerintahan AS terhadap China sendiri diketahui telah terbagi. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyukai pendekatan yang lebih terukur dan global untuk melindungi teknologi AS.

Di sisi lain, penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, kritikus keras pemerintah China, telah memperdebatkan untuk pembatasan khusus China.

“Dolar telah berhasil tetap naik terlepas dari penurunan pada imbal hasil obligasi dan penghindaran risiko pada saham AS, dengan para investor AS kembali membeli dolar AS," kata Yukio Ishizuki, pakar strategi mata uang senior di Daiwa Securities di Tokyo.

"Masih harus dilihat berapa lama penawaran yang didorong oleh aliran dapat mendukung dolar. Berita utama tentang isu perdagangan akan terus mempengaruhi begitu aliran tersebut mereda.,” tambah Ishizuki, seperti dikutip Reuters.

Posisi indeks dolar AS                                                                        

28/6/2018

(Pk. 10.23 WIB)

95,222

(-0,07%)

27/6/2018

95,290

(+0,65%)

26/6/2018

94,676

(+0,41%)

25/6/2018

94,289

(-0,24%)

22/6/2018

94,520

(-0,36%)

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

Tag : dolar as
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top