EMITEN PROPERTI: Megapolitan Development (EMDE) Realisasikan 57% Target Marketing Sales Tahun Ini

Emiten properti PT Megapolitan Development Tbk. telah merealisasikan marketing sales atau prapenjualan senilai Rp322 miliar, atau 57% dari target marketing sales perseroan tahun ini senilai Rp565 miliar.
Emanuel B. Caesario | 24 Mei 2018 13:48 WIB
Jajaran Direksi dan Komisaris PT Megapolitan Development Tbk. dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (24/5/2018). - Bisnis/Emanuel B. Caesario

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten properti PT Megapolitan Development Tbk. telah merealisasikan marketing sales atau prapenjualan senilai Rp322 miliar, atau 57% dari target marketing sales perseroan tahun ini senilai Rp565 miliar.

Desi Yuliana Direktur Sales dan Marketing Megapolitan Development, mengatakan bahwa perseroan juga cukup terkejut dengan tingginya animo masyarakat untuk membeli properti di awal tahun ini.

Dengan capaian pemasaran yang tinggi pada kuartal pertama tahun ini, perseroan sangat optimistis dapat mencapai target tahun ini dengan strategi-strategi yang tepat, sistem monitor dan evaluasi yang baik, dan tim kerja yang kuat.

Tahun lalu, emiten dengan kode saham EMDE ini merealisasikan marketing sales senilai Rp350 miliar, sehingga tahun ini dengan target Rp565 miliar terjadi peningkatan target sebesar 61%.

“Kontribusi penjualan dari Bogor pada kuartal pertama ini mencapai 50%, lalu 50% lainnya dari proyek di Cinere dan Karawaci,” katanya, Kamis (24/5/2018).

Proyek di Bogor yang dimaksud yakni superblock seluas 17 hektare di Sentul, Bogor, yakni Vivo Sentul. Proyek Vivo Sentul ini mencakup Vivo Mall, Vivo Walk, dan Galleria Kiosk Mall. Penjualan besar dibukukan perseroan terutama dari proyek komersial Galleria Kiosk Mall dengan harga sekitar Rp200 juta per unit.

“Penjualan proyek komersial kami memang cukup fenomenal sih, karena superblock seluas 17 hektare itu belum ada di Bogor. Terus, proyek komersial juga jarang yang terintegrasi. Vivo Mall akan segera kami operasikan Oktober 2018, sehingga menjadi daya tarik pendukung untuk Galleria Kiosk Mall yang kami jual,” katanya.

Ronald Wihardja, Managing Director Megapolitan Development, mengatakan bahwa perseroan optimistis tahun ini tetapi tetap terukur, menimbang tantangan tahun politik cukup berat. Beberapa proyek perseroan juga baru dipasarkan dengan mekanisme nomor urut pemesanan (NUP) dan baru akan mulai dibangun usai pemilu 2019.

Berdasarkan peraturan akuntansi, hasil pemasaran tidak bisa serta merta dibukukan sebagai pendapatan usaha. Alhasil, meskipun kinerja marketing sales kuartal pertama perseroan cukup gemilan, nilai pendapatan dalam buku laporan keuangan Maret 2018 tidak otomatis sama hasilnya.

Per 31 Maret 2018, pendapatan penjualan perseroan hanya Rp62 miliar, turun 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp80 miliar. Laba bersih hanya Rp13,5 miliar, turun 15% dibandingkan kuartal pertama 2018 Rp15,9 miliar.

“Memang ada penurunan pendapatan, tetapi itu juga sementara sifatnya. Kita masih melihat 2018 dengan optimistis, tetapi optimisme yang terukur karena 2018 dan 2019 secara politik juga akan banyak perkembangan,” katanya.

Tag : kinerja emiten, megapolitan developments
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top