Blue Bird (BIRD) Tebar Dividen Rp51 per Saham

Emiten penyedia layanan transportasi darat, PT Blue Bird Tbk. membagikan dividen untuk tahun buku 2017 sebesar Rp127,6 miliar. Nilai tersebut setara dengan 30,035% dari laba bersih yang dibukukan perseron pada tahun lalu.
Dara Aziliya | 24 Mei 2018 12:19 WIB
Dirut PT Blue Bird Tbk Purnomo Prawiro (kedua kiri) bertukar cendera mata dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua kanan) disaksikan Direktur PT Blue Bird Tbk Andre Djokosoetono (dari kiri) Ketua II Co-Branding Kementerian Pariwisata Priyanto Rudito dan Presdir Blue Bird Group Noni Purnomo, di sela-sela penandatanganan kerja sama mendukung Visit Wonderful Indonesia (Viwi) 2018 di Jakarta, Senin (26/3/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten penyedia layanan transportasi darat, PT Blue Bird Tbk. membagikan dividen untuk tahun buku 2017 sebesar Rp127,6 miliar. Nilai tersebut setara dengan 30,035% dari laba bersih yang dibukukan perseron pada tahun lalu.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilaksanakan perseroan, emiten dengan kode saham BIRD tersebut menentukan nilai dividen per saham adalah Rp51. Pembayaran dividen akan dilakukan pada 27 Juni 2018.

Direktur Independen Blue Bird Sandy Permadi mengungkapkan perseroan membagian dividen dengan rasio yang sama seperti tahun lalu, namun penurunan laba komprehensif tahun berjalan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas indu yang diderita perseroan pada tahun lalu membuat nilai dividen yang dibagikan pada tahun ini lebih kecil.

“Tahun lalu laba komprehensif perseroan menurun 15,8% sehingga meski rasionya sama, nilai dividen tahun ini lebih sedikit,” ungkap Sandy dalam paparan publik yang dilaksanakan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (24/5/2018).

Adapun, pada 2017 perseroan membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan pada pemilik entitas induk sebesar Rp424,86 miliar, menurun 16,24% dibandingkan capaian perseroan pada 2016 yang sebesar Rp507,28 miliar.

Pada tahun lalu, perseroan membukukan laba komprehensif tahun berjalan yang diatribusikan pada pemilik entitas induk sebesar Rp419,1 miliar, tergerus 15,8% dibandingkan capaian perseroan pada 2016 yang sebesar Rp497,99 miliar.

Dalam RUPS siang ini, perseroan juga memutuskan penggunaan Rp10 miliar dari laba bersih sebagai cadangan perusahaan, dan sisanya sebesar Rp287,25 miliar akan digunakan perseroan untuk mendukung pengembangan operasional usaha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
blue bird

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top