Rawan Profit Taking Pasca Cetak Rekor, IHSG Tergelincir Pada Awal Dagang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir di zona merah awal perdagangan hari ini, Selasa (20/2/2018), pasca mencatatkan rekor baru pada sesi perdagangan sebelumnya.
Renat Sofie Andriani | 20 Februari 2018 09:42 WIB
Pengunjung mengambil gambar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (22/1). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada awal perdagangan hari ini, Selasa (20/2/2018), pasca mencatatkan rekor baru pada sesi perdagangan sebelumnya.

IHSG hari ini dibuka turun 0,03% atau 2,06 poin di level 6.687,23. Pergerakannya kemudian melandai 0,08% atau 5,41 poin ke level 6.683,88 pada pukul 09.06 WIB.

Adapun pada perdagangan Senin (19/2), IHSG berhasil menguat 1,48% dan ditutup di level 6.689,28 atau merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah

Sebanyak 19 saham bergerak menguat, 12 saham bergerak melemah, dan 541 saham stagnan dari 572 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.

Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona merah dengan tekanan utama sektor aneka industri (-0,66%) dan industri dasar (-0,24%). Adapun tiga sektor lainnya bergerak di zona hijau, dipimpin tambang yang menguat 0,29%.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi, menjelaskan IHSG secara teknikal bergerak menguat kembali break level tertinggi dengan indikasi penguatan lanjutan hingga 6750 jika berhasil mempertahankan posisi level tertinggi.

Menurut Lanjar, indikator stochastic tiba pada area jenuh beli dengan masih terbukannya ruang pergerakan melihat Indikator RSI yang memiliki pergerakan momentum yang positif.

“Meskipun demikian, investor perlu mewaspadai aksi profit taking melihat pada pergerakan sebelumnya yang kembali menguji support MA5 dan MA20 setelah mencapai level tertinggi,” paparnya dalam riset.

Dengan demikian, IHSG akan bergerak mixed tertahan dengan range pergerakan 6.635-6.750.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis27 terpeleset ke zona merah dan melemah 0,29% atau 1,75 poin ke 606,14 pada pukul 09.07 WIB, setelah berhasil membukukan kenaikan tajam 1,79% atau 10,70 poin di posisi 607,89 pada akhir perdagangan Senin (19/2).

Sementara itu, indeks saham lainnya di Asia Tenggara terpantau bergerak variatif pagi ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,35%), indeks FTSE KLCI Malaysia (+0,06%), dan indeks PSEi Filipina (-0,63%).

 

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:

BBCA

-0,62%

ASII

-0,89%

BBRI

-0,52%

SMGR

-1,71%

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:

TLKM

+0,74%

BMRI

+0,59%

UNVR

+0,36%

ADRO

+0,80%

Sumber: Bloomberg

 

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top