SCMA Bidik Rp3,57 Triliun dari Private Placement

Emiten televisi PT Surya Citra Media Tbk., (SCMA) berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan target dana sekitar Rp3,57 triliun.
Hafiyyan | 14 Januari 2018 19:03 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan IHSG, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (5/12). - JIBI/Nurul Hidayat


Bisnis.com, JAKARTA - Emiten televisi PT Surya Citra Media Tbk., (SCMA) berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan target dana sekitar Rp3,57 triliun.

Dalam keterbukaan informasi, manajemen SCMA menyebutkan, perseroan akan melakukan PMTHMETD sebanyak-banyaknya 1,46 miliar lembar saham baru atau 10% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor perusahaan.

"Sehubungan dengan rencana PMTHMETD, perseroan bermaksud meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar biasa pada 20 Februari 2018," papar manajemen.

Harga pelaksanaan penerbitan saham baru sekurang-kurangnya ialah Rp2.446. Angka itu mengikuti rata-rata harga saham pada 5 Desember 2017 sampai dengan 11 Januari 2018. Adapun, saham baru yang akan diterbitkan dari saham portepel memiliki nominal Rp50 per saham.

Sebelum PMTHMETD, perseroan memiliki modal dasar sebanyak 58 miliar saham dengan nilai Rp2,9 triliun per 31 Desember 2017. Rinciannya, 8,89 miliar atau 60,83% dimiliki PT Elang Mahkota Teknologi Tbk., (EMTK) dan masyarakat 5,73 miliar atau 39,17%. Jumlah modal ditempatkan dan disetor ialah 14,62 miliar, serta saham dalam portepel berjumlah 43,38 miliar.

Adapun, setelah PMTHMETD, modal ditempatkan dan disetor milik EMTK terdilusi menjadi 55,30%, tetapi jumlah sahamnya masih 8,89 miliar. Kepemilikan masyarakat meningkat menjadi 7,19 lembar atau 44,70%. Jumlah modal ditempatkan dan disetor menjadi 16,08 miliar, serta saham dalam portepel menjadi 41,92 miliar.

Perkiraan pelaksanaan private placement ialah dua tahun sejak RUPSLB untuk melakukan aksi korporasi tersebut. Hal ini merujuk kepada POJK no.38 tentang PMTHMETD.

Manajemen SCMA menganggap aksi PMTHMETD memberikan manfaat bagi perseroan, yakni mendapat tambahan dana untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung kegiatan ekspansi. Selain itu, penerbitan saham baru meningkatkan likuiditas perdagangan saham perusahaan.

"Perseroan akan menggunakan dana dari PMTHMETD sebagai tambahan modal untuk pengembangan usaha, ekspansi bisnis, dan modal kerja. Aksi korporasi ini juga meningkatkan ekuitas serta total aset perusahaan," tulisnya.

Manajemen menambahkan, saham yang akan diterbitkan dalam rangka PMTHMETD memiliki jenis yang sama dengan saham lainnya yang telah diterbitkan perseroan. Dengan demikian, saham baru tersebut memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal.

Sebelumnya, pada 10 Januari 2018, EMTK memeroleh restu pemegang saham melalui RUPSLB untuk melakukan private placement. Target dana yang diincar sejumlah Rp4,8 triliun.

Direktur Elang Mahkota Titi Maria Rusli mengatakan, harga pelaksanaan private placement tersebut sebesar Rp8.616 per saham. Perusahaan memiliki waktu 2 tahun untuk melakukan aksi korporasi tersebut. Namun demikian, manajemen belum bersedia menyatakan waktu pelaksanaan private placement itu.

Tag : surya citra media
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top