SUN Tenor Panjang Mulai Beralih Tren Bullish

MNC Sekuritas mencatat harga seri-seri Surat Utang Negara dengan tenor panjang mengalami perubahan tren dari semula tren konsolidasi menjadi tren kenaikan, seiring keputusan Bank Indonesia memangkasa BI 7 days repo rate 25 bps.
Emanuel B. Caesario | 25 Agustus 2017 09:52 WIB
Ilustrasi - www.hennionandwalsh.com

Bisnis.com, JAKARTA—MNC Sekuritas mencatat harga seri-seri Surat Utang Negara dengan tenor panjang mengalami perubahan tren dari semula tren konsolidasi menjadi tren kenaikan, seiring keputusan Bank Indonesia memangkasa BI 7 days repo rate 25 bps.

I Made Adi Saputra, analis MNC Sekuritas, mengatakan bahwa pada perdagangan kemarin, Kamis (24/8/2017), imbal hasil SUN masih berlanjut seiring meredanya tekanan terhadap nilai tukar rupiah setelah pemerintah menurunkan BI 7 DRR.

Meskipun di awal sesi perdagangan sempat mengalami kenaikan imbal hasil didorong oleh pelaku pasar yang melakukan aksi jual, di akhir sesi perdagangan terlihat imbal hasil cenderung mengalami penurunan didukung oleh pelaku pasar yang melakukan pembelian di pasar sekunder.

Made mengatakan, secara teknikal harga seri-seri SUN tenor panjang mulai mengalami perubahan tren menuju tren kenaikan dari sebelumnya terkonsolidasi.

Tren konsolidasi pada seri-seri tenor panjang beberapa waktu lalu disebabkan antara lain karena meningkatkan persepsi resiko atas pasar negara berkembang akibat hubungan Amerika Serikat dan Korea Utara yang memanas.

Konflik tersebut berdampak pada aksi keluar sejumlah investor asing dari pasar obligasi Indonesia. Tercatat, selama periode 10-16 Agustus 2017, investor asing melakukan jual bersih Rp4,04 triliun. Seiring dengan itu, seri-seri tenor pendek yang lebih stabil mengalami tren penguatan.

Made mengatakan, hingga perdagangan kemarin, seri-seri tenor pendek masih melanjutkan tren penguatan tersebut.

“Untuk tenor pendek masih mengalami tren kenaikan sejak awal Juli, namun kami perkirakan kenaikan harga untuk beberapa seri akan dibatasi oleh harga seri-seri SUN yang telah memasuki area jenuh beli (overbought),” ungkapnya dalam riset harian, Jumat (25/8/2017).

Pada perdangangan kemarin, perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 6 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) turun berkisar antara 2 - 6 bps dengan kenaikan harga hingga sebesar 13 bps. 

SUN diperdagangkan dengan volume mencapai Rp11,42 triliun dari 42 seri, nilai seri acuan sebesar Rp4,62 triliun. Sementara itu, obligasi korporasi diperdagangkan pada volume RP637,8 miliar dari 41 seri.

Rekomendasi

Pada perdagangan hari ini, MNC Sekuritas memperkirakan harga SUN akan cenderung  terbatas didukung sudah mulai terbatasnya kenaikan harga SUN pada perdagangan kemarin.

“Penurunan harga SUN pada hari ini kami perkirakan didorong oleh US Treasury yang mengalami kenaikan jelang berakhirnya pertemuan Yallen dan Draghi di Jackson Hole serta adanya peningkatan angka pengangguran Amerika yang disampaikan pada perdagangan kemarin,” ungkap Made.

Made merekomendasikan sejumlah seri untuk ditransaksikan hari ini, yakni FR0069, FR0053, FR0070, FR0071, FR0065, FR0068, dan ORI013.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surat utang negara, tenor panjang

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top