Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OMRE Suntik Modal Anak Usaha Rp1,6 Triliun

Emiten spesialis properti investasi, PT Indonesia Prima Property Tbk. menyuntik modal sebanyak Rp1,62 triliun ke Aurora Development Pte Ltd, perusahaan patungan yang baru dibentuk bersama Reco Olive Pte Ltd.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 26 Agustus 2016  |  17:00 WIB
Ilustrasi pembangunan apartemen - Reuters
Ilustrasi pembangunan apartemen - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten spesialis properti investasi, PT Indonesia Prima Property Tbk. menyuntik modal sebanyak Rp1,62 triliun ke Aurora Development Pte Ltd, perusahaan patungan yang baru dibentuk bersama Reco Olive Pte Ltd.

Dalam publikasi yang diterbitkan perseroan, Jumat (26/8/2016), modal yang digelontorkan tersebut setara 43,86% dari total ekuitas perseroan sebanyak Rp3,7 triliun. Posisi ekuitas tersebut tercatat per April 2016.

Indonesia Prima Property pada 22 Juli 2016 telah meneken perjanjian usaha patungan dan perjanjian penyertaan modal dengan Reco Olive. Masing-masing pihak akan memiliki 50% saham di Aurora Development.

PAda 18 Agustus 2016, perusahaan bersandi saham OMRE itu telah menjual saham anak usaha, PT Panen Lestari Basuki (PLB). ke Aurora Development  seharga Rp3,2 triliun. Dengan kata lain, OMRE masih menggenggam saham PLB sebesar 50% melalui Aurora Development.

Rencananya, Aurora Development akan merombank Gedung Wisma Sudirman yang dimiliki oleh PLB. Gedung ini terletak di kawasan bisnis Jalan Sudirman, Jakarta dengan luas tanah mencapai 1,63 hektare.

Lokasi yang strategis di jantung Ibukota membuat OMRE optimistis perombakan Gedung Wisma Sudirman akan memberikan benefit bagi perseroan. "Segmen sewa ruang perkantoran diharapkan akan terus berkembang dan diperkirakan akan menyerap sebanyak 200.000-350.000 m2 hingga tahun
depan," tulis manajemen.

Di lain pihak, perusahaan konsultan properti, Savills Indonesia menilai tren kekosongnan ruang kantor akan terus meningkat hingga 2018 menyusul jumlah pasokan yang lebih tinggi dibandingkan tingkat penyerapan. Anton Sitorus, Direktur Riset Savills, mengatahan hingga paruh pertama tahun ini, penyerapan ruang kantor di kawasan sentra bisnis hanya sepertiga dari realisasi tahun lalu.

Dia mengimbuhkan, sepanjang tahun ini tingkat penyerapan ruang kantor diperkirakan mencapai 150.000 m2 sementara jumlah pasokan di atas 500.000 m2. Alhasil, tingkat kekoosongan akan naik menjadi 15%. "Diproyeksikan harga sewa akan turun, terutama untuk Grade A," jelansya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten Indonesia Prima Property
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top