Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

RIGHTS ISSUE ACST: Acset Patok Harga Pelaksanaan Rp3.000 per Saham

PT Acset Indonusa Tbk. (ACST) menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp3.000 per lembar saham.

Bisnis.com, JAKARTA— PT Acset Indonusa Tbk. (ACST) menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp3.000 per lembar saham.

Pengumuman Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyatakan rights issue Acset Indonusa akan diterbitkan pada 14 Juni 2016 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 Juni 2016. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp3.000 per lembar saham. Maturity date rights issue ini jatuh pada 21 Juni 2016 dan expire date pada 22 Juni 2016.

Sebelumnya, berdasarkan prospektus ringkas yang dipublikasikan perseroan, perseroan melakukan penawaran umum terbatas (PUT) I dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 300 juta saham baru. Sebanyak 300 juta saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp100 per saham.

Indikasi rasio HMETD atas saham sebelum pelaksaan rights issue adalah setiap pemegang 5 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan berhak atas sebanyak-banyaknya 3 HMETD, di mana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru sesuai dengan harga pelaksanaan yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.

Tanggal pencatatan HMETD di BEI rencananya dilakukan pada 15 Juni 2016. Periode perdagangan HMETD pada 15 Juni-21 Juni 2016. Adapun periode pendaftaran, pembayaran, dan pelaksanaan HMETD juga dilakukan pada 15 Juni-21 Juni 2016. Kemudian, periode penyerahan saham hasil HMETD adalah 17 Juni-23 Juni 2016.

Selanjutnya, tanggal terakhir pembayaran pemesanan saham tambahan pada 23 Juni, penjatahan dilakukan pada 24 Juni serta pengembalian uang pemesanan dilakukan pada 28 Juni 2016. Jadwal pembeli siaga melaksanakan kewajibannya juga dilakukan pada 28 Juni. Bertindak sebagai pembeli siaga adalah PT Karya Supra Perkasa.

Dana hasil PUT ini rencananya akan digunakan untuk membiayai modal kerja sekitar 80% dan belanja modal untuk proyek perseroan sekitar 20%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper