TBIG Bidik Rasio Utang Bersih di Bawah 5 Kali

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. akan menerbitkan obligasi tahap I senilai Rp600 miliar untuk refinancing utang bank dan membidik rasio net debt to EBITDA di bawah 5 kali. nn
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 02 Juni 2016  |  10:10 WIB
TBIG Bidik Rasio Utang Bersih di Bawah 5 Kali
Beberapa pialang berjalan di Bursa Efek Indonesia - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. akan menerbitkan obligasi tahap I senilai Rp600 miliar untuk refinancing utang bank dan membidik rasio net debt to EBITDA di bawah 5 kali. 

Emiten sewa menara berkode saham TBIG itu berencana menggelar penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi berkelanjutan II dengan target dana maksimal Rp5 triliun. Untuk tahap I, perseroan akan menawarkan obligasi maksimal Rp600 miliar bertenor lima tahun. Helmy Yusman Santoso, Direktur Keuangan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk., mengatakan masa penawaran awal (bookbuilding) dimulai pekan depan. 

"Seluruh penerbitan obligasi tahap I akan kami gunakan untuk refinancing utang. Kami ingin net debt to EBITDA pada akhir tahun ini di bawah 5 kali," ucapnya kepada Bisnis, Rabu (1/6/2016).
Saat ini, rasio net debt to EBITDA perseroan sebesar 5,1 kali.

Utang yang akan dibayar dari hasil penerbitan oblgiasi yakni Fasilitas Pnjaman Revolving Seri B Credit Facilites Agreement sebesar US$1 miliar. Debitur pinjaman yakni anak usaha TBIG, PT Solu Sindo Kreasi Pratama (SKP). Per 13 Mei 2016, kewajiban keuangan SKP dalam Fasilitas B sebesar US$45 juta.  

Atas obligasi senilai Rp600 miliar ini, perseroan sudah mengantongi peringkat atas surat utang jangka panjagn dari PT Fitch Ratings Indonesia di posisi AA- (double A minus). TBIG sudah menunjuk tiga penjamin pelaksana emisi obligasi. Mereka adalah PT CIMB Securities Indonsia, PT DBS Vickers Securities Indonesia, dan PT Indo Premier Securities.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tbig, tower bersama infrastructure, helmy yusman santoso, rasio net debt to ebitda

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top