Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Raih Pajak Penghasilan Tangguhan, Laba Bersih TBIG Naik 82%

Penaikan laba bersih terjadi karena emiten sewa menara berkode saham TBIG itu pada kuartal I tahun ini mendulang manfaat pajak penghasilan tangguhan sebesar Rp511,92 miliar, melonjak 412,33% dari kuartal I/2015 (year-on-year/ y-o-y).
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 18 Mei 2016  |  20:40 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Laba bersih PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. pada kuartal I/2016 meningkat 82% menjadi Rp746,67 miliar dari kuartal I tahun lalu.

Penaikan laba bersih terjadi karena emiten sewa menara berkode saham TBIG itu pada kuartal I tahun ini mendulang manfaat pajak penghasilan tangguhan sebesar Rp511,92 miliar, melonjak 412,33% dari kuartal I/2015 (year-on-year/ y-o-y).

Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan pada kuartal I tahun ini turun 26,1% y-o-y menjadi Rp278,87 miliar.

Penurunan tersebut terjadi karena meningkatnya beban keuangan bunga sebesar 29%, dicatatkannya beban pajak atas penilaian kembali aset pada kuartal I tahun ini sebesar Rp80,3 iliar, dan lainnya bersih yang meningkat 162%.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang terbit pada Rabu (18/5/2016) pendapatan TBIG pada tiga bulan pertama tahun ini meningkat 8,96% y-o-y menjadi Rp901,5 miliar.

Penyumbang terbesar pendapatan pada kuartal I/2016 yakni PT Telekomunikasi Selular, sebesar 39,64%.

Selanjutnya, PT Indosat Tbk. berkontribusi 23,80% dan PT XL Axiata Tbk. menyumbang 14,38%.

EBITDA pada kuartal I tahun ini sebesar Rp784,4 miliar.

Selama tiga bulan pertama tahun ini, TBIG menambah 662 penyewaan secara organik, terdiri dari 339 menara dan 323 kolokasi.

Per 31 Maret 2016 perseroan memiliki 20.415 penyewaan dan 12.689 site telekomunikasi.

Site telekomunikasi terdiri dari 11.697 menara telekomunikasi, 933 shelter-only, dan 59 jaringan DAS.

Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 19.423, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) perseroan menjadi 1,66.

CEO PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. Hardi Wijaya Liong mengatakan seiring dengan operator telekomunikasi yang ekspansi layanan 4G dan meningkatnya penetrasi ponsel pintar, perseroan memprediksi ada lebih banyak permintaan data.

"Hal ini akan menghasilkan peningkatan ekspansi jaringan dan para pelanggan kami. Karena itu, akan lebih banyak permintaan untuk ruang menara yang berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan penyewaan," tulis Hardi dalam siaran pers, Rabu, (18/5/2016).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tbig tower bersama infrastructure sewa menara kinerja kuartal i/2016 hardi wijaya liong
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top