Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gunawan Dianjaya Steel Berharap Pada Proyek Tol Laut

Emiten penjualan baja PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk berharap pada proyek tol laut gagasan pemerintah untuk menopang kinerja penjualan pada dua bulan terakhir di tahun ini. Pasalnya perusahaan berkode saham GDST ini disinyalir tidak mampu mencapai target penjualan sebesar Rp1,2 triliun sepanjang 2015
Industri baja/Bisnis.com
Industri baja/Bisnis.com

Bisnis.com, SURABAYA—Emiten penjualan baja PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk berharap pada proyek tol laut gagasan pemerintah untuk menopang kinerja penjualan pada dua bulan terakhir di tahun ini. Pasalnya perusahaan berkode saham GDST ini disinyalir tidak mampu mencapai target penjualan sebesar Rp1,2 triliun sepanjang 2015.

Dalam paparan publik, GDST melaporkan kinerja penjualan bersih hingga September baru tercapai separuh dari target yaitu Rp657 miliar. Pencapaian itu terjun bebas 30,2% dari penjualan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp941 miliar.

Adapun dari sisi pendapatan perseroan didera kerugian Rp69 miliar perode Januari-September 2015.

Direktur Gunawan Dianjaya Steel Hadi Sutjipto mengatakan untuk menopang penjualan dua bulan ke depan, perseroan berharap kepada proyek-proyek pemerintah. Salah satunya adalah program tol laut yang diinisiasi oleh Kementerian Perhubungan. Program tersebut bakal mengeksekusi pembangunan 600 unit kapal negara.

Pasalnya, apabila hanya mengandalkan pada penjualan ke korporasi seperti biasa, perseroan khawatir akan terus merugi. Oleh karena itu, inisiatif perluasan pangsa pasar mutlak dilakukan. Kendati target penjualan tahun ini dinilai berat untuk dicapai, setidaknya perseroan tidak akan merugi terlalu besar.

“Tol laut ini program pemerintah yang juga jadi prioritas kami. Kami berharap perseroan kecipratan berkat dari tol laut Pak [Presiden] Jokowi dan dapat menopang kinerja penjualan,” katanya, Selasa (24/11/2015).

Menurutnya, hasil penjualan baja untuk galangan kapal program tol laut sudah mulai tampak. Adapun industri yang mengajukan pembelian adalah perusahan galangan-galangan kapal swasta non BUMN.

“Mereka [perusahaan galangan kapal swasta] langsung membeli ke kami bukan ke distributor. Jadi kami tahu persis berapa banyak dana masuk ke perseroan,” ungkapnya tanpa menjelaskan berapa perusahaan yang sudah teken kontrak.

Menurutnya, pihaknya tidak dapat membeberkan lebih lanjut mengenai kontrak tersebut terkait dengan ketatnya persaingan industri baja dalam negeri. Seperti diketahui, hanya ada empat perusahaan pelat baja di Indonesia yang mempunyai komitmen dengan Kemenhub untuk menyuplai bahan baku perusahaan galangan kapal. Adapun industri galangan kapal yang ditunjuk pada program tol laut berjumlah 100 perusahaan.

Hadi menambahkan perseroan yang pabriknya bermarkas di Surabaya ini juga melihat potensi penjualan baja kepada konstruksi proyek jembatan yang dibiayai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper