Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ditanya Soal Kebakaran Lahan, Manajemen Austindo Bungkam

Manajemen PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. enggan berkomentar panjang terkait kebakaran area perkebunan seluas 365 hektare yang baru saja terjadi.
Kepulan asap akibat pembakaran lahan di kaki Gunung Nilo terlihat dari Desa Sungai Tebal, Lembah Masurai, Merangin, Jambi, Selasa (20/10)./Antara
Kepulan asap akibat pembakaran lahan di kaki Gunung Nilo terlihat dari Desa Sungai Tebal, Lembah Masurai, Merangin, Jambi, Selasa (20/10)./Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Manajemen PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. enggan berkomentar panjang terkait kebakaran area perkebunan seluas 365 hektare yang baru saja terjadi.

Seperti diketahui, anak usaha perseroan PT Kayung Agro Lestari mengalami kebakaran lahan di 11 area pada September lalu yang terletak di kawasan Ketapang, Kalimantan Barat.

Saat itu emiten dengan kode saham ANJT tersebut menyatakan telah berhasil memadamkan keseluruhan api yang melanda perkebunan perseroan. Adapun luas area terbakar yang paling besar terjadi di samping perkebunan perseroan.

Terkait dengan hal itu, Direktur Utama ANJT Istini Tatiek Siddharta hanya memberikan jawaban singkat. Dia mengkalim kebakaran yang terjadi tidak akan memengaruhi kinerja perseroan.

"Enggak," katanya sambil berlalu pergi usai rapat umum pemegang saham luar biasa, Rabu (21/10).

Jajaran direksi tidak mau menyebutkan perkembangan kinerja perseroan sampai saat ini termasuk serapan belanja modal dan perkembagan produksi minyak sawit. Perseroan memilih untuk diam.

Pada semester I/2015, ANJT membukukan laba US$ 167.653. Angka tersebut merosot 95,53% dari US$ 3,75 juta di periode yang sama tahun sebelumnya. Padahal pendapatannya hanya turun 13,28% dari US$ 83,3 juta ke posisi US$ 72,23 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Fatia Qanitat

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper