Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA JEPANG 16 September: Gejolak Jelang The Fed, Dorong Short Sell di Jepang

Indeks Nikkei 225 ditutup menguat 0,81% ke level 18.171,60, sedangkan Tokyo Stock Price Index (Topix) naik 0,71% ke level 1.472,60.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 16 September 2015  |  14:00 WIB
BURSA JEPANG 16 September: Gejolak Jelang The Fed, Dorong Short Sell di Jepang
Seorang karyawan di Tokyo Stock Exchange (TSE). - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Volatilitas menjelang rapat The Fed mendongkrak aktivitas short sell di bursa Jepang. Nikkei dan Topix ditutup menguat pada Rabu (16/9/2015).

Indeks Nikkei 225 ditutup menguat 0,81% ke level 18.171,60, sedangkan Tokyo Stock Price Index (Topix) naik 0,71% ke level 1.472,60.

Spekulasi The Fed tidak akan menaikkan suku bunga acuan pada September semakin kuat setelah data ritel dan manufaktur Amerika Serikat memburuk.

Indikasi penundaan penaikan Fed Fund Rate mendorong penguatan indeks di Wall Street dan menular ke bursa Asia, termasuk Jepang.

Namun, volatilitas di pasar saham Jepang terus meningkat menjelang keputusan The Fed pada Jumat dini hari. Aktivitas short sell di bursa Jepang mencapai 42,4% dari total perdagangan Senin, paling tinggi sejak 2008.

“Volume sangat rendah dan pelaku pasar gugup, jadi pergerakan sekecil apapun terasa sangat besar,” kata Andrew Sullivan dari Haitong International Securities di Hong Kong.

 

Pergerakan Indeks Nikkei 225

 

Tanggal

Level

Perubahan

16/9/2015

18.171,60

+0,81%

15/9/2015

18.026,48

+0,34%

14/9/2015

17.965,70

-1,63%

11/9/2015

18.264,22

-0,19%

10/9/2015

18.299,62

-2,51%

Sumber: Bloomberg

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nikkei 225 indeks jepang topix
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top