Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BUDI Telah Buyback 12,57 Juta Saham

PT Budi Starch & Sweetener Tbk (BUDI) telah merealisasikan pembelian kembali (buyback) saham sebanyak 12,57 juta atau 0,31% saham dari jumlah saham yang beredar
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 17 Oktober 2013  |  13:21 WIB
PT Budi Starch & Sweetener Tbk
PT Budi Starch & Sweetener Tbk

Bisnis.com, JAKARTA— PT Budi Starch & Sweetener Tbk (BUDI) telah merealisasikan pembelian kembali (buyback) saham sebanyak 12,57 juta atau 0,31% saham dari jumlah saham yang beredar.

Produsen tepung tapioka dan pemanis buatan berbahan dasar singkong itu telah menyiapkan dana Rp25 miliar untuk melakukan buyback saham di tengah masih berfluktuasinya indeks harga saham gabungan (IHSG).

Perusahaan yang dulu bernama PT Budi Acid Jaya Tbk itu telah melakukan buyback dalam kurun waktu 5—6 September, 9—13 September, 16—20 September, 23—27 September, dan 7—11 Oktober lalu.

“Dengan demikian, saham yang masih dapat dibeli kembali mencapai 4,64%,” ujar Presiden Direktur Budi Starch & Sweetener Santoso Winata dalam keterbukaan informasi, Kamis (17/10/2013).

Dana buyback saham sebesar Rp25 miliar tersebut berasal dari dana cadangan perseroan, yakni saldo laba perusahaan yang belum ditentukan penggunaannya, senilai Rp209,6 miliar per 30 Juni 2013 lalu.

Menurutnya, rencana buyback saham itu akan dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 3 bulan pada 5 September—4 Desember 2013.

Penggunaan dana tersebut dipastikan tidak akan menyebabkan kekayaan bersih perseroan menjadi lebih kecil dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh ditambah cadangan wajib yang telah disisihkan.

“Jumlah nilai nominal seluruh saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 5% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan,” ujarnya.

Dengan asumsi perusahaan menggunakan seluruh dana yang dicadangkan untuk pembelian kembali saham, maka laba bersih perusahaan akan menurun akbat hilangnya pendapatan bunga deposito dari dana sejumlah tersebut.

Meskipun demikian, perusahaan yang bernaung di bawah kelompok usaha Sungai Budi Group (SBG) itu yakin pelaksanaan buyback saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha perusahaan.

Hal itu disebabkan Budi memiliki modal kerja serta saldo kas dan setara kas yang dinilai cukup untuk membiayai kegiatan usaha perseroan.

“Pembelian kembali saham akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh manajemen perusahaan,” tuturnya.

Di samping itu, perusahaan berharap masih memiliki potensi untuk meningkatkan leverage perusahaan bila diperlukan.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

budi acid jaya budi starch & sweetener budi starch & sweetener
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top