Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

HARGA KARET: Yen Melemah, Karet Rebound

BISNIS.COM,N, JAKARTA-Karet rebound dari penurunan terbesar dalam sebulan setelah mata uang Jepang kembali melemah terhadap dolar AS, meningkatkan daya tarik kontrak berjangka dalam mata uang yen.

BISNIS.COM,N, JAKARTA-Karet rebound dari penurunan terbesar dalam sebulan setelah mata uang Jepang kembali melemah terhadap dolar AS, meningkatkan daya tarik kontrak berjangka dalam mata uang yen.

Nilai kontrak untuk pengiriman Oktober di Tokyo Commodity Exchange naik sebanyak 1% menjadi 277,7 yen per kilogram (US$2.711 per ton) dan berada di 275,2 yen pada 10.51 waktu Tokyo. Hal itu mengurangi penurunan mingguan kedua menjadi 4,4%.

Sementara yen melemah menjadi 102,59 per dolar AS setelah sempat naik ke 100,83 kemarin, level tertinggi sejak 10 Mei. Yen terpuruk karena saham Jepang jatuh ke level terendah sejak 2011 di tengah kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi global.

"Kontrak berjangka karet oversold kemarin. Kekuatan harga karet Thailand, terlepas dari aksi jual di Tokyo, juga mendorong investor untuk membeli kontrak," ujar Hideshi Matsunaga, analis di ACE Koeki Co seperti dikutip di Bloomberg, Jumat (24/5/2013).

Adapun menurut Institut Penelitian Karet Thailand, harga karet free on board Thailand tidak berubah pada 91,15 baht (US$3,04) per kilogram, tingkat tertinggi sejak 22 Februari

Asril Sutan Amir, penasihat Asosiasi Karet Indonesia mengatakan pihaknya telah meminta pemerintah untuk mengkoordinasikan aksi dengan Thailand dan Malaysia untuk menjaga harga di US$3,50 per kilogram. Thailand merupakan produsen terbesar di dunia diikuti oleh Indonesia dan Malaysia.

Karet untuk pengiriman September turun 1,4% menjadi 19.495 yuan (US$3.178) per ton di Shanghai Futures Exchange.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Giras Pasopati
Editor : Yusran Yunus
Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper