Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA KOMODITAS: Harga Batu Bara Kembali Naik di Eropa

BISNIS.COM, JAKARTA—Penurunan harga batu bara terlama di Eropa hingga lebih dari delapan tahun akan segera berakhir setelah impor dari Amerika Serikat anjlok dan penurunan lanjutan dipicu oleh pengurangan produksi tambang di Rusia dam Polandia.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 Mei 2013  |  17:24 WIB
HARGA KOMODITAS: Harga Batu Bara Kembali Naik di Eropa
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA—Penurunan harga batu bara terlama di Eropa hingga lebih dari delapan tahun akan segera berakhir setelah impor dari Amerika Serikat anjlok dan penurunan lanjutan dipicu oleh pengurangan produksi tambang di Rusia dam Polandia.

Harga untuk tahun depan terus melemah hingga empat triwulan hingga mendekati US$90 per metrik ton, menurut data yang dikompilasi Bloomberg. Harga tersebut berada pada level bawah yang “krusial” sehingga produsen tidak bisa lagi beroperasi, ujar Paolo Coghe, analis Societe Generale SA.

Kompania Weglowa SA, produsen batu bara terbesar di Eropa, memangkas produksinya 8% pada tahun ini, ujar CEO Joanna Strzelec-Lobodzinska pada 13 Mei lalu di Katowice, Polandia.

Sektor tenaga listrik merupakan pengguna batu bara terbanyak yang tingkat polusinya dua kali lebih besar dari yang dihasilkan gas alam untuk tenaga listrik. Kelebihan pasok batu bara di Jerman membuat harga komoditas tersebut bergerak ke level terendah dalam tiga tahun.

Sementara ekspor dari Indonesia, Australia, dan Rusia akan melemah setelah pasoka batu bara yang dikirim lewat laut naik 25% dalam kurun dua tahun hingga 2012, menurut laporan Deutsche Bank AG, setelah ekonomi Eropa menguat untuk pertama kalinya sejak 2011.

“Jika ekonomi Eropa pulih dan sejumlah produsen memutuskan untuk memangkas produksi mereka akibat lesunya pasar batu bara global, maka harga akan naik kembali, terutama jika ekspor AS anjlok,” ujar Barbara Lambrecht, analis Commerzbank AG di Frankfurt sebagaimana dikutip Bloomberg hari ini, Rabu (22/5/2013).

Dia menambahkan bahwa harga batu bara tidak akan melambung tinggi karena jumlah pasok di pasar terlalu banyak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eropa batu bara harga naik
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top