Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PREDIKSI INDEKS: Pekan ini, IHSG Diprediksi Menguat di 5.015-5.182.

BISNIS.COM, JAKARTA—Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ini berpeluang menguat seiring optimisme pelaku pasar terhadap rilis positif dari data-data ekonomi global.

BISNIS.COM, JAKARTA—Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ini berpeluang menguat seiring optimisme pelaku pasar terhadap rilis positif dari data-data ekonomi global.

Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities, mengatakan pada pekan ini akan ada beberapa data-data ekonomi global penting yang akan dirilis a.l markit manufacturing and services PMI, neraca berjalan Zona Eropa, serta hasil keputusan rapat dewan Zona Eropa.

“Apabila hasil rilis ekonomi itu bagus, maka berimbas positif terhadap bursa saham Eropa, setelah sebelumnya penguatan bursa saham Eropa lebih dipicu dari kenaikan bursa saham Asia dan rilis data AS yang dinilai cukup positif,” katanya.

Zona Eropa juga akan merilis data lainnya yakni neraca berjalan dan penjualan ritel Italia; neraca perdagangan Syanyol; tingkat inflasi, penjualan ritel dan indeks harga ritel Inggris; markit manufacturing & services PMI Perancis; dan markit manufacturing & services PMI Jerman.

Dengan adanya optimisme dan imbas kenaikan bursa saham global, Reza memperkirakan IHSG pada pekan ini akan berada pada rentang support 5.015-5.063 danresisten 5.155-5.182.

“IHSG sedang mencoba menguji resisten kembali. Selama didukung oleh rilis data-data ekonomi global yang direspon positif dan tidak dimanfaatkan untuk profit taking masif maka IHSG pun akan mempertahankan laju positifnya,” katanya.

Dalam sepekan ini, menurutnya, sektor perkebunan, industri dasar, manufaktur, perdagangan, dan properti akan menjadi pendorong utama IHSG. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan a.l saham BWPT, CPIN, MAGP, CTRS, ANJT, AKRA, AISA, SSIA, ICBP, PGAS, TLKM, MAIN, JSMR, dan MAPI.

Purwoko Sartono, analis Panin Sekuritas, memproyeksikan IHSG akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas di level 5.127-5.167 seiring beberapa saham pendorong utama indeks mulai memasuki area jenuh beli.

Selain itu, lanjutnya, langkah The Fed yang akan mengurangi kebijakan pembelian surat hutang akan direspon positif para pelaku pasar dan berimbas terhadap laju pergerakan IHSG nantinya. (MFM)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper