Bisnis.com, JAKARTA — Emiten perhotelan, properti dan penyewaan kendaraan, PT Esta Multi Usaha Tbk. (ESTA) mengalami kerugian bersih sebesar Rp958,8 juta sepanjang 2024.
Berdasarkan laporan keuangan ESTA, rugi bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan tercatat sebesar Rp958,8 juta pada 2024, padahal tahun sebelumnya mencetak laba bersih sebesar Rp27,4 miliar pada 2023.
Meski merugi, pendapatan ESTA tercatat meningkat 9,1% secara tahunan (year on year/YoY) dari Rp50,5 miliar pada 2023 menjadi Rp51,12 miliar pada 2024.
Lebih rinci, pendapatan ESTA ditopang dari pendapatan hotel yang berkontribusi sebesar Rp38,8 miliar pada 2024, jumlah ini turun 2% YoY dari Rp39,6 miliar pada 2023.
Lalu, dari pendapatan sewa kendaraan yang berkontribusi sebesar Rp9,5 miliar pada 2024 naik 17,2% YoY dari Rp8,1 miliar pada 2023.
Selanjutnya dari pendapatan sewa ruko yang berkontribusi Rp2,46 miliar pada 2024, dari pendapatan service charge berkontrobusi sebesar Rp241,6 juta dan pendapatan dari sewa ATM sebesar Rp17 juta.
Baca Juga
Kemudian, untuk beban pokok pendapatan ESTA tercatat naik 9,8% YoY menjadi Rp20,7 miliar pada 2024 dari Rp18,85 miliar pada 2023.
Selain itu, ESTA juga mencatatkan laba bruto yang susut 3,8% menjadi Rp30,4 miliar pada 2024 dibandingkan Rp31,6 miliar pada 2023.
Total aset ESTA tercatat sebesar Rp330,9 miliar pada 2024 naik 13,9% dari Rp290,4 miliar pada 2023.
Adapun jumlah liabilitas ESTA tercatat sebesar Rp141,3 miliar pada 2024 naik 41% apabila dibandingkan dengan Rp100,1 miliar pada 2023.
Kemudian, total ekuitas ESTA mengalami penurunan 0,37% menjadi Rp189,6 miliar pada 2024 dari Rp190,3 miliar pada 2023.