Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak bertenaga pada perdagangan sesi I hari ini. Laju penguatan indeks terdorong oleh gairah harga saham perbankan pelat merah.
Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melesat 3,35% atau 209,17 poin ke level 6.444,79 pada akhir perdagangan sesi I, Rabu (26/3/2025). Sebanyak 490 saham menguat, 134 saham melemah, dan 164 saham stagnan siang ini.
Indeks sempat bergerak di level terendahnya 6.312,96 dan tertinggi 6.463,81. Kapitalisasi pasar di bursa tercatat Rp11.045,48 triliun.
Saham bank jumbo terpantau melesat dipimpin oleh saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang naik 8,72% menjadi Rp4.240. Selanjutnya saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mengikuti dengan kenaikan 7,07% menjadi Rp5.075.
Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) tak ketinggalan dengan kenaikan 6,21% menjadi Rp8.550. Selanjutnya saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) naik 4,47% menjadi Rp3.970.
Selain saham perbankan, saham yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu juga menghijau siang ini. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) melesat 5,37% menjadi Rp5.400 dan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) terangkat 4,86% menjadi Rp6.475.
Baca Juga
Sebelumnya, Tim Riset Phintraco Sekuritas menilai pasar telah merespon positif pelaksanaan RUPST bank pelat merah pekan ini, termasuk BBNI. Indeks harga saham gabungan (IHSG) pun diproyeksikan terdongkrak. IHSG diproyeksikan mencatatkan level resistance di 6.370, pivot 6.250, serta level support 6.100 pada perdagangan hari ini.
"Terdapat peluang rebound lanjutan IHSG ke kisaran 6.300-6.330 di Rabu (26/3/2025)," tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas.
Terbaru, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) memutuskan untuk menebar dividen senilai Rp13,95 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada hari ini, Rabu (26/3/2025).
BNI meraup laba bersih Rp21,46 triliun pada 2024, sehingga total dividen itu setara dengan 65% dari laba perseroan. Nilai dividen tahun buku 2024 yang ditebar BNI setara dengan Rp374,05 per saham.
Pada 2023, BNI menebar dividen tunai tahun buku 2023 sebesar 50% dari laba bersihnya atau senilai Rp10,45 triliun.
Para pemegang saham BNI juga menetapkan bahwa 35% dari laba tahun buku 2024 alias Rp7,51 triliun digunakan sebagai saldo laba ditahan perseroan.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.