Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang kembali menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (26/3/2025). Terdapat sejumlah faktor yang bisa mendorong penguatan indeks.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mencatatkan penguatan sebesar 1,21% atau 74,4 poin menuju posisi 6.235,61 pada perdagangan kemarin, Selasa (25/3/2025). Namun, indeks masih di zona merah, turun 11,93% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau sejak perdagangan perdana 2025.
Pasar saham Indonesia juga sudah mulai kecipratan dana asing dengan catatan nilai beli bersih atau net buy asing sebesar Rp214,08 miliar pada perdagangan kemarin. Akan tetapi, sepanjang 2025, pasar saham Indonesia masih mencatatkan nilai jual bersih atau net sell asing sebesar Rp33,12 triliun.
Tim Riset Phintraco Sekuritas menilai IHSG telah uji pivot ke 6.250 yang bertepatan dengan indicator MA5 pada perdagangan kemarin, Selasa (25/3/2025). Secara teknikal, terbentuk golden cross pada Stochastic RSI dan MACD mulai kembali membentuk positive slope.
"Hal tersebut membuka peluang rebound lanjutan IHSG ke kisaran 6.300-6.330 di Rabu (26/3/2025)," tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas.
IHSG diproyeksikan mencatatkan level resistance di 6.370, pivot 6.250, serta level support 6.100 pada perdagangan hari ini.
Terdapat sejumlah sentimen yang memengaruhi indeks. Di dalam negeri, pasar masih mencerna pengumuman terkait Danantara, mulai dari susunan pengurus sampai dengan rencana investasi.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani telah resmi mengumumkan nama-nama orang yang menduduki struktur organisasi Danantara pada Senin (24/3/2025).
Nama-nama muncul, seperti di Dewan Penasihat Danantara diisi oleh Ray Dalio (Founder & CIO Mentor, Bridgewater Associates (1975–sekarang), Helman Sitohang (CEO Asia Pasifik, Credit Suisse (2015–2021), Jeffrey Sachs (Direktur, Center for Sustainable Development, Columbia University, AS (2016–sekarang), F. Chapman Taylor (Equity Portfolio Manager, Capital Group (1994–sekarang), dan Thaksin Shinawatra (Mantan PM Thailand).
Selain itu, terdapat pula aksi korporasi di mana pemerintah melakukan pengalihan saham BUMN dengan skema inbreng ke PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI dalam rangka pendirian holding operasional Danantara.
Pasar juga menurut Tim Riset Phintraco Sekuritas masih mencerna informasi mengenai komposisi kepemilikan Danantara di BUMN yang menjadi anggotanya. Saham Seri A yang memberikan hak-hak istimewa kepada pemiliknya tetap dimiliki oleh Kementerian BUMN.
Masih dari dalam negeri, pasar telah merespon positif pelaksanaan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dari tiga bank pelat merah yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), serta PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) pada pekan ini. Adapun, salah satu mata acara RUPST adalah penetapan dividen tahun buku 2024.
Dari luar negeri, terdapat sentimen dari Presiden AS Donald Trump yang cenderung melunak terhadap kebijakan tarif jelang implementasi pada 2 April 2025. Pelunakan kebijakan tarif pun mendorong respon positif dari pasar.
Phintraco Sekuritas sendiri menilai terdapat sejumlah saham yang patut diperhatikan hari ini. Deretan saham yang direkomendasikan hari ini antara lain BMRI, BBRI, PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), PT Astra International Tbk. (ASII), serta PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM).
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.