Bisnis.com, JAKARTA – Emiten yang terafiliasi dengan Hermanto Tanoko, PT Avia Avian Tbk. (AVIA) membukukan kenaikan penjualan 6,5% sepanjang 2024 menjadi Rp7,5 triliun didorong oleh pertumbuhan volume, peluncuran produk baru, dan ekspansi wilayah distribusi.
Head of Investor Relations Avia Avian Andreas Timothy Hadikrisno mengatakan volume penjualan perseroan tumbuh 5% secara year-on-year (YoY). Pertumbuhan ini didukung oleh kinerja solid pada kuartal IV/2024 dengan total penjualan konsolidasi mencatat kenaikan double digit sebesar 11,5%, sedangkan volume penjualan meningkat 8,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
“Selain pertumbuhan penjualan, AVIA juga mempertahankan profitabilitas yang sehat sepanjang 2024, dengan margin laba kotor sebesar 44,7%, margin EBITDA 27,2%, dan margin laba bersih 22,3%,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (27/2/2025).
AVIA mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk atau laba bersih sebesar Rp1,66 triliun pada 2024. Perolehan ini tumbuh sebesar 1,35% secara tahunan.
Andreas menjabarkan kinerja AVIA pada 2024 turut diwarnai oleh berbagai tantangan ekonomi yang menyebabkan lesunya konsumsi masyarakat. Di tengah tantangan itu, lanjutnya, Avian Brands melihat peluang dengan terus berinvestasi dalam inisiatif strategis.
Pada 2024, AVIA tercatat meluncurkan 14 produk baru pada 2024. Dari jumlah tersebut, sebanyak lima produk Avian Brand telah mendapatkan sertifikasi Green Label Singapore yang merepresentasikan keunggulan ramah lingkungan.
“Pengembangan produk baru ini didukung oleh perluasan pusat distribusi yang konsisten, memperkuat penetrasi pasar di berbagai wilayah,” jelasnya.
Sampai dengan akhir 2024, Avian Brands mengoperasikan 124 pusat distribusi yang dimiliki sendiri dan 15 pusat distribusi mini, serta didukung dengan 38 pusat distribusi pihak ketiga.
Selama tahun 2024, Avian Brands melayani sebanyak 58.600 toko bangunan di seluruh Indonesia. Jumlah ini meningkat sebanyak 1.722 dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 56.878 toko bangunan.