Bisnis.com, JAKARTA — Mata uang rupiah ditutup melemah ke posisi Rp16.380 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Rabu (26/2/2025).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada perdagangan dengan turun 0,06% atau 9,5 poin ke posisi Rp16.380 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar terlihat menguat 0,12% ke posisi 106,360.
Sejumlah mata uang kawasan Asia lainnya bergerak variatif terhadap dolar AS. Won Korea menguat 0,12%, baht Thailand menguat 0,08%, peso Filipina menguat 0,09%, dan dolar Hong Kong menguat 0,03%.
Sementara itu, rupee India melemah 0,58%, dolar Taiwan melemah sebesar 0,01%, yen Jepang melemah 0,24%, yuan China melemah sebesar 0,08%, ringgit Malaysia melemah 0,15%, dan dolar Singapura melemah 0,11%.
Pengamat Forex Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen pergerakan harga rupiah hari ini berasal Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan layanan bank emas atau bullion service pertama di Indonesia, dengan PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) sudah resmi memperoleh izin untuk usaha bullion tersebut.
Dia menjelaskan bahwa pedoman penyelenggaraannya melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion.
Bank emas merupakan lembaga jasa keuangan (LJK) yang melakukan usaha berkaitan dengan emas dalam bentuk simpanan emas, pembiayaan emas, perdagangan emas, penitipan emas, dan atau kegiatan lainnya.
Adapun, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil emas terbesar dunia. Bank emas ini dibentuk bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan cadangan emas nasional agar tidak terus mengalir ke luar negeri tanpa pengelolaan yang maksimal di dalam negeri.
Bank emas juga dapat memaksimalkan nilai tambah dari sumber daya emas yang ada di Indonesia, yaitu emas hasil tambang maupun stok emas yang dimiliki masyarakat.
"Usaha bullion dapat berpotensi meningkatkan konsumsi emas ritel yang akan memacu peningkatan industri emas dan keseluruhan bisnis dalam ekosistem emas yang mewadahi dengan tambahan value added (VA) hingga sebesar Rp30 triliun-Rp50 triliun," kata Ibrahim.
Menurutnya, hadirnya bank emas sejalan dengan pergerakan harga emas dunia yang terus melesat sejak 2024 dan berlanjut sepanjang tahun ini.
Kemudian untuk perdagangan besok, Kamis (27/2/2025), dia memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp16.320-Rp16.390.