Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 26 Februari 2025

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat ke level Rp16.356 pada perdagangan hari ini, Rabu (26/2/2025).
Karyawan memperlihatkan uang Rupiah dan dolar AS di salah satu tempat penukaran uang asing di Jakarta, belum lama ini./JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan memperlihatkan uang Rupiah dan dolar AS di salah satu tempat penukaran uang asing di Jakarta, belum lama ini./JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Live Timeline

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp16.356 per dolar AS pada pembukan perdagangan Rabu (26/2/2025).

Penguatan ini terjadi selepas peluncuran BPI Danantara pada Senin (24/2/2025) kemarin. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 0,09% atau 15 poin ke level Rp16.356.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau susut 0,03% ke level 106,278. Adapun, sebagian mata uang di kawasan Asia lainnya dibuka beragam terhadap dolar AS. 

Misalkan, yen Jepang dan dolar Singapura masing-masing melemah 0,12% dan 0,04%. 

Selain itu, rupee India dan Yuan China turut mencatatkan pelemahan masing-masing 0,58% dan 0,04%. Pelemahan mata uang lainnya turut terjadi pada baht Thailand, terkoreksi 0,09%. 

Di sisi lain, dolar Hong Kong dan dolar Taiwan masing-masing menguat 0,04% dan 0,02%. Adapun, won Korea Selatan dan peso Filipina menguat masing-masing 0,14% dan 0,11%. 

Penguatan mata uang lainnya turut terjadi pada ringgit Malaysia sebesar 0,17%. 

Sebelumnya, rupiah sempat melemah ke level Rp16.371 pada perdagangan Selasa (25/2/2025). Mata uang Garuda terkoreksi bersamaan dengan pelemahan dolar AS.

Saat itu, rupiah melemah di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global dan aksi jual saham lokal oleh investor asing.

Analis Maybank Myrdal Gunarto menulis ketegangan perdagangan global ini meningkat setelah langkah Donald Trump membatasi investasi China serta rencana memberlakukan tarif terhadap Meksiko dan Kanada. 

Langkah tersebut berdampak negatif terhadap sentimen mata uang Asia, termasuk rupiah.

Faktor lain yang menekan rupiah termasuk meningkatnya permintaan dolar di akhir bulan dan arus keluar dana dari pasar saham.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan tarif yang dijadwalkan untuk diberlakukan terhadap Kanada dan Meksiko bulan depan tetap berjalan “sesuai jadwal” dan “bergerak sangat cepat” setelah sempat ditunda.

Namun, seorang pejabat AS memperingatkan bahwa jadwal tersebut masih belum pasti. 

"Tarif akan tetap berjalan sesuai jadwal," ujar Trump. 

Namun, setelah pernyataan tersebut, seorang pejabat AS mengatakan bahwa nasib tarif khusus sebesar 25% terhadap Kanada dan Meksiko yang dikaitkan dengan tuntutan keamanan perbatasan masih belum diputuskan.

Tarif timbal balik yang disebut Trump, yang dapat dikenakan ke semua negara termasuk Kanada dan Meksiko, akan tetap berjalan pada April, menurut pejabat tersebut.

"Kami ingin semuanya seimbang—jika seseorang mengenakan tarif kepada kami, maka kami juga mengenakan tarif kepada mereka. Itu sangat sederhana," kata Trump.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper