Bisnis.com, JAKARTA — Mata uang rupiah diproyeksi melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (25/2/2025), setelah terapresiasi ke level di bawah Rp16.300 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada perdagangan dengan naik 0,21% atau 35 poin ke posisi Rp16.278 per dolar AS pada Senin (24/2/2025). Pada saat yang sama, indeks dolar terlihat melemah 0,10% ke posisi 106,415.
Sejumlah mata uang kawasan Asia lainnya bergerak variatif terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,07%, ringgit Malaysia menguat 0,30%, dolar Taiwan menguat sebesar 0,16%, peso Filipina menguat 0,22%, won Korea menguat 0,42%, dan baht Thailand menguat 0,20%.
Sementara itu mata uang lainnya, rupee India melemah 0,03%, dolar Singapura melemah sebesar 0,02%, yen Jepang melemah 0,15%, dan dolar Hong Kong melemah 0,02%.
Pengamat Forex Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif tetapi berpotensi ditutup melemah pada rentang Rp16.260-Rp16.330 per dolar AS pada perdagangan, Selasa (25/2/2025).
Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Helmy Kristanto dan Kefas Sidauruk mengatakan Current Account Deficit (CAD) Indonesia pada kuartal IV/2024 yang menyempit menjadi 0,3% PDB dari 0,6% pada kuartal sebelumnya berpotensi menopang stabilitas rupiah.
Baca Juga
Selain itu, kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) juga dinilai dapat menopang stabilitas rupiah dengan meningkatnya pasokan dolar AS di dalam negeri. Kondisi itu dinilai Helmy dan Kefas membuka ruang bagi Bank Indonesia untuk kembali melakukan pelonggaran kebijakan moneter.
_1687503501.jpg)
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah ke level Rp16.371 pada perdagangan hari ini, Selasa (25/2/2025). Mata uang Garuda terkoreksi bersamaan dengan pelemahan dolar AS.
Mengutip data Bloomberg pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup melemah 0,57% ke Rp16.371 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS melemah 0,01% ke 106,57.
Sementara itu, mata uang Asia lainnya ditutup bervariasi sore ini seperti yen Jepang naik 0,20%, dolar Hong Kong naik 0,02%, dolar Singapura melemah 0,01%, dolar Taiwan melemah 0,28%, dan won Korea Selatan melemah 0,13%.
Kemudian peso Filipina turun 0,21%, rupee India melemah 0,48%, yuan China turun 0,24%, ringgit Malaysia melemah 0,28%, dan baht Thailand melemah 0,50% terhadap dolar AS.

Hingga pukul 12.30 WIB, nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS.
Merujuk data Bloomberg, rupiah terdepresiasi 53 poin atau 0,33% ke posisi Rp16.331,5 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) turun 0,09% ke level 106,6.
"Sejak 1 atau 2 minggu terakhir, berita ekonomi yang masuk dari AS benar-benar mendukung narasi bahwa AS mulai kehilangan keunggulan ekonominya. Namun, setiap kali kita melihat nada risk-off yang cukup besar di pasar ekuitas, dolar mendapatkan dukungan safe-haven tradisionalnya," kata Ray Attrill, Head of FX Strategy National Australia Bank, seperti dilansir Reuters.
Berdasarkan data Bloomberg, mata uang rupiah dibuka melemah 0,06% ke level Rp16.288 per dolar AS. Sementara itu, mata uang dolar AS tercatat menguat 0,15% ke level 106,75.
Sementara itu, mata uang Asia lainnya dibuka bervariasi, yakni yen Jepang yang turun 0,20%, won Korea Selatan menguat 0,02%, dolar Taiwan turun 0,16%, yuan China turun 0,16%, dan dolar Singapura naik 0,01%.
Kemudian peso Filipina turun 0,19%, rupee India stagnan, ringgit Malaysia melemah 0,19%, dan baht Thailand melemah 0,01% per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS hingga pukul 09.00 WIB, menguat 0,38 persen atau 0,40 poin ke level 107,41.